banner 728x250

Sungai Lawa di Kubar Berbau Busuk, Limbah Sawit Diduga Penyebabnya

Ridho R
banner 120x600

Kutai Barat – Sungai Lawa yang terletak di Kampung Suakong, Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengalami peristiwa memprihatinkan. Bau busuk yang tak tertahankan telah meresahkan warga sekitar, dengan limbah sawit diduga sebagai biang keladinya.

Warga Suakong, Bernath mengungkapkan ketidaknyamanan mereka atas bau busuk yang menyengat. “Bau bangkai” yang menyebabkan mual dan pusing bahkan tercium dari rumah mereka yang hanya berjarak 50 meter dari Sungai Lawa.

“Sudah sering, cuma yang ini parah. Bau busuknya sampai menyengat, tercium dari rumah kita dari pinggir Sungai Lawa ini, karena hanya sekitar 50 meter. Baunya menyengat, saya sampai pusing mau muntah-muntah, mual gitu, betul-betul kayak bau bangkai,” kata Bernath, salah satu Warga Suakong, Jumat (10/5/2024).

Penyebab utama bau busuk ini diduga berasal dari limbah sawit. Bernath mengaku bahwa bau seperti jangkos yang tercium berasal dari sisa pemerasan Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang dijadikan CPO.

“Hari Kamis kemarin banyak ikan yang mati dan membusuk di sungai, mengakibatkan bau anyir yang tidak tertahankan,” ungkap Bernath.

Demikian juga diungkapkan Abiyel, warga lainnya yang mengaku kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi di Kampung Suakong.

“Ada mungkin sudah 4-5 kali kejadian kayak gini. Limbah nya itu ngalir dari hulu Kampung kami, dari perusahaan sawit. Kalau sudah air nya keruh atau hitam, ikan-ikan itu banyak mati timbul ke permukaan,” ungkap Abiyel.

Keprihatinan akan kondisi Sungai Lawa telah diungkapkan kepada pihak Lingkungan Hidup sebelumnya. Abiyel, bahkan pernah memberikan sampel air dan ikan yang mati kepada pihak berwenang, namun belum ada tindak lanjut yang jelas hingga saat ini.

“Jadi itu saya serahkan ke mereka, tapi sampai hari ini tidak ada ceritanya,” terang Abiyel.

Diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah tegas untuk menangani permasalahan ini demi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar Sungai Lawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *