Nias- Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) Kabupaten Nias Pasangan Calon Alinuru Laoli – Faozanolo Zai (AFO) melaksanakan pertemuan perdana konsolidasi bersama partai pendukung di rumah Alinuru Laoli, Jln Pelud. Binaka Km21 , Desa Lolozasai, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, Senin 26/08/2024.
Pertemuan dan kegiatan konsolidasi tersebut di awali dengan Doa bersama yang di pimpin Pdt. Faano Mendrofa, dan di hadiri oleh Pimpinan Partai pengusung tingkat Kabupaten Nias Antara Lain, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai PAN, Partai PSI. Projo Kabupaten Nias, Tokoh Masyarakat, Dan hadir beberapa Pimpinan Ormas.
Di jelaskan “Alinuru Laoli” Bacakada Paslon AFO, tanpa dukungan secara bersama-sama seluruh elemen masyarakat kabupaten Nias, maka perjuangan kita mustahil terwujud dan tercapai, makanya kami berharap supaya kita bersatu dan solid agar kita bisa meraih kemenangan. Harap Alinuru Laoli
“Alinuru Laoli” menyampaikan bahwa tahapan demi tahapan sudah kita lewati dalam perjuangan ini, bahwa sesuai informasi yang beredar di kalangan masyarakat akan ada kotak kosong, namun karna kasih dan anugrah Tuhan untuk kita semua masyarakat kabupaten Nias akhirnya pasangan AFO mendapatkan rekomendasi dari partai pengusung. Ucap Alinuru Laoli
Dalam arahan “Purn. Mayjend Kristian Zebua” selaku tokoh Nasional sekaligus Koordinator Wilayah Kepulauan Nias dari Partai NasDem, puji syukur sudah ada tiket pasangan AFO akan berlayar di Pilkada tahun 2024-2029 di kabupaten nias, ini kita syukuri dulu terhindar dari kotak kosong. Memang kotak kosong ini harus kita hindari dari orang yang berusaha untuk kotak kosong karna orang yang menginginkan kotak kosong itu lebih dari penjahat. Jelas Purn Kristian Zebua
Tambah “Kristian”, kotak kosong itu membonsai demokrasi kita di Nias yang baru belajar demokrasi, hai orang Nias biarlah kita bertumbuh demokrasinya. Silahkan berpihak kepada si A dan berpihak kepada si B, karna ini sangat berdampak bagi anak-anak muda. Kalau anak-anak muda sudah tertanam dalam dirinya dengan kekuasaan, dengan uang, dia akan lakukan segalanya akhirnya seperti ini bukan demokrasi lagi. Ujarnya
Dijelaskan “Purn Mayjend Kristian Zebua” Mengingat baru saja memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 Tahun, apakah kita sudah merdeka dari ketidakadilan ,kemiskinan, ini tantangan buat kita semua. Jangan kita bilang merdeka kalau kita yang disini masih minum aku, sedangkan saudara kita di pinggir sana bahkan lampu listrik tidak ada sedangkan sudah 79 tahun merdeka. Jadi saya yakin kedatangan kita disini bukan karena ada interested, kita adalah terpanggil dengan satu kesadaran membuat perubahan di kabupaten Nias, Kita berjuang untuk rakyat bukan semata-mata untuk berjuang untuk Paslon. Tuturnya
Saya pakai pakaian adat budaya Nias ini (sambil menunjukan rompi/vest yang di pakai Kristian) artinya pejuang untuk kepentingan rakyat Nias, saya di dalam partai Nasdem tetapi pakaian adat nias perjuangan di atas partai karena kepentingan nya lebih tinggi dari pada kepentingan partai saya. Kalau daerah Nias sejahtera rakyat kecil dapat uang dan dapat tidur dengan layak, jadi saya berharap semua yang di pertemuan ini harus komitmen tidak boleh berpisah. Harapnya
Lanjut “Kristian Zebua”, tahukah kita apa yang sedang terjadi di daerah kita sekarang semua mau di bungkam demokrasi, Dianya memberikan contoh yang sedang terjadi di UNIAS, itu masalah ijazah gampang, malah sekarang mulai parah. Kalau pemimpin itu harus ada tiga kemampuan yakni :, berpikir dengan cepat, memutuskan dengan cepat, berkerja dengan cepat, jadi kalau pimpinan menyelesaikan ijazah saja tidak bisa maka bagaimana bisa menjadi pemimpin daerah. Pungkas Kristian Zabua (B4142160 H14)














