Bupati Gunungkidul Beri Bansos Permakanan ke Lansia, Disabilitas dan Anak Terlantar

Gunungkidul75 Dilihat

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melaunching Bantuan Sosial Permakanan bagi lansia terlantar, disabilitas terlantar dan anak terlantar Tahun 2024 yang di pusatkan di Balai Kalurahan Petir, Rongkop, Selasa (20/2/2024).

Bantuan ini merupakan program Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Gunungkidul dengan memberikan makanan siap saji yang terdiri dari nasi lauk pauk, sayur, buah, dan air mineral.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurudin Araniri mengatakan, penerima manfaat diberikan makanan sebanyak 2 kali dalam sehari atau dalam 1 kali pengantaran. Makanan disiapkan oleh kelompok masyarakat.

“Anggaran program ini bersumber dari APBD senilau Rp. 2,3 milyar untuk 18 kecamatan. Progam kita mulai tanggal 5 Februari hingga 5 Maret 2024,” kata Nurudin.

Pihaknya juga mengatakan, total penerima manfaat se Kabupaten Gunungkidul mencapai 2506 orang. Seiring berjalanya waktu ada pengurangan jumlah sebanyak 726 orang. Bantuan tersebut disalurkan dua kali sehari senilai Rp. 30.000,- untuk makan pagi dan makan siang.

“Setiap hari ada kurir yang bertugas mengantar langsung kerumah-rumah. Dan ini sudah terakomodir dimasing masing kapanewon,”katanya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengingatkan agar menu makanan yang disalurkan kepada penerima bantuan memperhatikan kondisi kesehatan, kebersihan dan gizi yang mencukupi. Bupati juga meminta makanan dikonsultasikan kepada puskemas di wilayah masing-masing.

“Diharapkan makanan yang disalurkan dalam keadaan fresh, yang dimasak ‘dadakan’, yang tentunya mengandung gizi yang baik. Jangan sampai ada kesalahan bisa viral nanti,” tegas bupati.

Lurah kalurahan Petir, Rongkop Sarju mengatakan diwilayahnya terdapat 107 penerima manfaat program Bantuan Sosial Permakanan. Mereka terdiri dari lansia, disabilitas dan anak terlantar. Wilayah Rongkop terdapat 5 kurir yang melakukan pengantaran setiap hari.

“Untuk Rongkop makanan dimasak oleh kader posyandu, PKK dimasak secara bergantian mereka memanfaatkan dapur kalurahan sekaligus menyimpan bahan makanan,” katanya. (Mungkas M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *