Penetapan Ibu, Guru dan Petani sebagai Tonggak Budaya Peradaban

Tak Berkategori31 Dilihat

Purwosari Pasuruan, 19 Desember 2023. Hari ini Kita kedatangan Yohanes Kurniawan, yang pernah bersama sama dalam acara Mikro Finance Internasional di Hotel Sheraton Yogyakarta di tahun 2012, sekarang sudah menjadi salah satu komisaris PT. AGRI NUSA yang menekankan fokus menyejahterakan petani, dengan beragam produk turunannya, khususnya petani padi dengan Support System peralatan pertanian, alat olah padi pasca panen modern dan pasar globalnya.

Dalam binaan dan kepemimpinannya, PETANI MUDA Cemara Gading Bromo, sudah memiliki legalitas organisasinya di tingkat kabupaten, dalam hal ini di Kabupaten Pasuruan.

Di bidang budaya dan edukasi kesadaran BHINNEKA TUNGGAL IKA, bersama Universitas Airlangga, Study Excursie, 600 mahasisma UNAIR di Desa TOSARI, tahun 2013 dan di Tahun 2022, Kecamatan TOSARI BROMO ditetapkan oleh Menteri Agama RI dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sebagai Kecamatan BHINNEKA TUNGGAL IKA.

Maka sangat tepatlah kandungan spirit beliau menyatakan bahwa KITA BERJALAN SEBAGAI JAWABAN, setiap pikiran, ucapan dan perbuatan Kita adalah perjalanan JAWABAN buat setiap pertanyaan dan pernyataan yang dihadirkanNya, sehingga benar sebenar benarnya spirit beliau yaitu KITA HADIR SEBAGAI JAWABAN.

*Kita bersepakat untuk menetapkan bahwa IBU, GURU & PETANI adalah Tonggak Budaya Peradaban*

Sebelum Kita memasuki alur penjelasan dan penjabaran dari kebangkitan kesadaran jiwa agung Kita tersebut, bahwa IBU, GURU dan PETANI adalah TONGGAK BUDAYA PERADABAN, maka Kita perlu menjelaskan pirantinya manusia yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha ESA, dalam membangun budaya peradaban.

Manusia secara umum terdiri dari tiga bagian yaitu : fisik ( badan tubuh), pikiran, dan spirit. Dianugerahi kehendak bebas dan daya khayal. Hanya dapat melakukan tiga hal yaitu : berpikir, berucap dan berbuat.

Badan tubuh fisik adalah implementator bagi pikiran dan atau spirit. Pikiran adalah komando bagi fisik, terkait dengan berpikir, berucap dan berbuat. Pikiran, walau tidak kelihatan sesungguhnya adalah fisik, karena terletak di dalam area dahi manusia di kelenjar pimieal.

Spirit terdiri dari dua unsur yaitu : jiwa dan ruh.

Jiwa adalah percikan dari zat-Nya.Ditempatkan pada fisik untuk menjalani hidup berkehidupan pada alam realita bumi melalui fisik. Jiwa tidak seperti fisik yang bisa mati dan sakit. Hanya saja, jiwa dapat dikotori oleh pikiran, ucapan dan perbuatan

Ruh adalah bagian dari zat-Nya. Hadir untuk menjaga, memelihara dan mengawasi eksistensi dan aktivitas segala ciptaan.

Spirit dan fisik seolah terpisah, padahal merupakan kesatuan.. Sungguh kita tak dapat melihat, kecuali diperlihatkan. Mata bukanlah melihat, terapi spirit dibalik matalah yang melihat melalui mata. Demikian juga dengan spirit, tentu tak dapat melihat jika tidak melalui mata. Sebuah kesatuan yang tak terpisahkan.

Pikiran dengan kehendak bebas dan daya khayal mampu membangun pemikiran untuk memproduksi kebaikan maupun keburukan melalui ucapan dan perbuatan. Hal inilah dikenal dengan Budi daya atau budaya peradaban manusia

Budaya peradaban lahir dari asupan makanan, minuman dan nilai nilai pendidikan serta pengajaran (tauladan) dan yang menjadi tonggaknya adalah petani, ibu dan guru.

Awal mula jadi semua ciptaan membawa takdir yang merupakan goal dari.kehidupan. kelahiran sebagai manusia oleh karena kasih sayang-Nya agar manusia mampu meraih takdirnya bahkan memperindahnya.

Mengenal akunya aku akan memperindah takdir yang sekaligus mengenal – Nya.

Peneguhan dan penguatan pola pikir yang mau berpikir sampai pada sinergitas dengan kebangkitan kesadaran jiwa agungnya, maka : pengertian, pemahaman dan aplikasi implementasinya sampai pada :

*Ibu, Guru dan Petani adalah Tonggak Budaya Peradaban*

Karakter dan akhlak mulia adalah target yang dikehendaki, agar takdir mampu diperindah menjadi nasib baik yang penuh dengan makna.

Lahir menjadi siapa dan mati seyogyanya menjadi siapa, bukan menjadi apa.

Pendidikan dan pengajaran adalah tonggak pembangunan karakter dan akhlak.

Pendidikan dan pengajaran ( tauladan ) yang baik dan benar adalah tonggak pembangunan karakter dan akhlak mulia.

Karakter dan akhlak mulia adalah target yang dikehendaki, agar takdir mampu diperindah menjadi nasib baik yang penuh dengan makna.

Peradaban adalah keadaan yang nyata terjadi diasyarakat akibat dari pikiran, ucapan dan perbuatan yang dipahami dan dijadikan acuan dalam hidup dan kehidupan keseharian. Baik dalam kehidupan keluarga, tetangga hingga bernegara..lahir dari budaya yang dipahami dan disepakati dalam bingkai sosial.

Perkembangan peradaban yang lebih baik merupakan terobosan ke arah kemajuan. Misal, saat ini petani telah meninggalkan pola olah pertanian dengan menggunakan bahan kimia ke bahan organik..Dipahami, bahwa pola olah pertanian kimiawi semakin mahal. Selain dari itu, cenderung merusak tanah dan menghasilkan produk yang tidak sehat baik bagi konsumen maupun petani itu sendiri. Pemahaman ini didapat dari pengalaman dari yang pernah mengalami.

Kembalikan harkat martabat petani. Berdoa dan membangun komunikasi dengan lahan dan tumbuhan itu baik.

Maka bisa diteguhkan bahwa :

*Petani dan Guru adalah Mulia*

Sebuah ungkapan yang sesungguhnya menggelitik.
Mulia, sebuah kata yang meliputi berbagai hal terkait kehormatan, kebahagiaan, kedamaian, keadilan, kemakmuran, kesejahteraan dan lain sebagainya. Sempurna rasanya sebagai ciptaan ketika menjadi mulia dan mampu memuliakan.

Sehat akan mendatangkan kenyamanan, kenyamanan akan menghadirkan kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah tujuan dari hidup dan kehidupan manusia.

Kembalikan kemuliaan harkat dan martabat petani dengan berorganik yang holistik..kita harus mengorbankan diri kita, udara, air dan juga tanah. Dengan demikian, alam juga menjadi organik dan kita akan hidup dan berkehidupan dalam keseimbangan yang terukur.

Organik datang dan pergi menumbuhkan kebaikan
Kimia, datang dan menetap menimbulkan kerugian.

Tujuan pendidikan itu sendiri agar manusia mengerti, paham dan menjadikan manusia lebih kritis dalam berpikir guna mengembangkan kemampuan diri.

Ibulah salah satu tokoh penting dalam pembentukan karakter dan akhlakulia bagi seorang anak yang kelak akan menjadi orang dewasa yang juga akan menelurkan karakter dan akhlak mulia pada keturunan nya.

Guru harus menyadari bahwa tugas yang diemban nya adalah mulia.

Penulis : Guntur Bisowarno ( Ketua ASJI : Apoteker Saintifikasi Jamu)

Mitra Berita : Yohanes Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *