banner 325x300
banner 325x300
Kepri

Pasien Keluhkan Miskomunikasi Jadwal USG di RSUD Kepri, Manajemen Radiologi Sampaikan Permintaan Maaf

18
×

Pasien Keluhkan Miskomunikasi Jadwal USG di RSUD Kepri, Manajemen Radiologi Sampaikan Permintaan Maaf

Sebarkan artikel ini

TANJUNGPINANG – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepulauan Riau kembali dikeluhkan warga. Miskomunikasi jadwal pemeriksaan Ultrasound (USG) membuat keluarga pasien kanker harus menelan kecewa setelah jadwal yang dijanjikan petugas meleset satu bulan penuh.

Keluhan itu disampaikan Untung Slamet Alfandi, yang mendampingi sang ibu berobat di poli Onkologi RSUD Kepri. Ibunya merupakan pasien kanker ganas yang tengah bersiap menjalani kemoterapi.

Kejadian bermula pada Jumat, 24 Juli 2026. Saat kontrol rutin, dokter onkologi menginstruksikan agar pasien segera melakukan USG sebelum tindakan kemoterapi yang dijadwalkan pada 31 Juli 2026.

Di hari yang sama, Untung langsung mendaftar ke bagian Radiologi. Saat itu, ia mengaku mendapat informasi lisan dari petugas bahwa jadwal USG tercepat tersedia pada 28 Juli 2026.

Berpegang pada informasi tersebut, Untung pun membawa ibunya kembali ke RSUD Kepri pada 28 Juli. Namun setibanya di loket pendaftaran radiologi, harapannya pupus.
“Nama ibu saya tidak ada di daftar hari itu. Katanya baru terdaftar tanggal 28 Agustus 2026. Mundur satu bulan,” ujar Untung kepada media ini, Senin (28/7).
Merasa Diusir Saat Protes

Kekecewaan Untung bukan hanya soal antrean yang panjang. Ia menyayangkan ketidakjelasan informasi sejak awal. Baginya, kepastian jadwal sangat krusial bagi pasien kritis seperti ibunya.

“Kalau memang tanggal 28 Agustus ya sampaikan dari awal, bukan saya memaksa cepat. Saya paham antrean,” tegasnya.

Situasi sempat mencekam. Saat menyampaikan protes di loket pendaftaran, Untung mengaku justru mendapat respons yang kurang simpatik dan terkesan diarahkan untuk keluar oleh oknum petugas radiologi.

Padahal, menurutnya, keluarga sudah berkorban waktu dan tenaga menempuh jarak jauh menuju rumah sakit rujukan provinsi tersebut.

Manajemen Radiologi Minta Maaf

Menanggapi insiden tersebut, penanggung jawab dan manajemen Unit Radiologi RSUD Kepri bergerak cepat menemui pihak keluarga untuk mediasi.

Dalam pertemuan itu, pihak rumah sakit mengakui adanya kelalaian dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarga. Miskomunikasi dari petugas pendaftaran saat menyampaikan jadwal secara lisan diduga menjadi pemicunya.

Untung sendiri menegaskan tidak memiliki niat untuk mempersulit pihak rumah sakit. Ia menghormati seluruh prosedur antrean yang berlaku.

Namun ia berharap kejadian yang dialaminya menjadi pelajaran penting agar pelayanan publik, terutama di rumah sakit milik pemerintah, lebih profesional dan komunikatif.

“Ini soal nyawa. Pasien kanker butuh kepastian, bukan janji yang meleset. Jangan sampai ada keluarga lain yang mengalami hal serupa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300