Motif Asmara Tragedi Memilukan Yang Menghilangkan Nyawa di Perumahan KBA Pemalang

Pemalang- Motif asmara terlarang menjadi pemantik tragedi memilukan yang merenggut nyawa Kusmawati (35). Ia tewas di tangan pria berinisial R (37) atau SR, di sebuah rumah di Perumahan Kota Bale Agung (KBA), Desa Saradan, Kabupaten Pemalang.

Fakta mengejutkan itu diungkap langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo, dalam konferensi pers ungkap kasus di Aula Tribrata Mapolres Pemalang, Selasa 25 November 2025.

“Tersangka R berhasil kami amankan di wilayah Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, saat berusaha bersembunyi,” tegas AKP Johan Widodo.

Hubungan gelap antara tersangka dan korban disebut menjadi sumbu petaka. Perselingkuhan mereka telah diketahui istri R, membuat situasi semakin panas dan menekan. Tersangka mengaku terpojok, terlebih korban disebut kerap mengintimidasi istri pelaku serta mengancam menyebarkan foto-foto mesra keduanya kepada keluarga R.

“Tekanan dan ancaman itu memicu tersangka melakukan tindakan keji,” tambah Kasat Reskrim.

Upaya R mengakhiri hubungan terlarang itu justru berubah menjadi awal tragedi. Ia mengundang korban ke rumah miliknya yang belum ditempati. Di tempat sepi itulah percakapan berubah menjadi pertengkaran sengit.

“Adu mulut memuncak. Tersangka kemudian mencekik leher korban dan memukuli wajahnya berulang kali,” jelas AKP Johan.

Saat korban tak lagi berdaya, kebiadaban itu belum berhenti. R mengikat tangan dan kaki Kusmawati, lalu menutup kepalanya dengan plastik sebelum menyembunyikan jasadnya di kamar mandi, mencoba menghapus jejak perbuatannya.

Namun upaya tersebut gagal. Jasad Kusmawati akhirnya ditemukan oleh warga dan kerabat yang melakukan pencarian setelah korban tak kunjung pulang sejak Sabtu, 22 November 2025 siang.

Tragedi ini pun mengungkap sisi gelap hubungan terlarang yang berakhir dengan pembunuhan brutal, mengguncang warga Pemalang.tris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *