Malang – Kekalahan dalam kompetisi adalah hal wajar yang harus diterima dengan lapang dada. Bagi para atlet, semangat juang harus tetap berkobar, menjadikan kekalahan sebagai pelajaran berharga untuk tampil lebih baik di masa depan.
Hal itu disampaikan Immanuel Darmawan, orang tua dari Anson Queen Immanuel, atlet dancesport berusia 13 tahun asal Kabupaten Malang. Anson sempat menembus posisi enam besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, namun gagal melaju ke babak final.
“Meski kalah, saya sangat bangga. Ini pengalaman pertama Anson ikut Porprov. Ia bahkan sempat salah masuk kelas—langsung ke kelas profesional—tapi masih mampu menembus enam besar. Itu pencapaian luar biasa,” ujar Immanuel saat ditemui di kediamannya, Perumahan Bedali Agung, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Minggu (22/06/25).
Menurutnya, meskipun tidak ada wakil dari Kota Batu dan Kabupaten Malang yang masuk final dalam kelas profesional cabang olahraga dancesport, semangat para atlet harus tetap menyala.
“Saya akan terus mendukung Anson dan timnya. Kekalahan ini harus jadi motivasi untuk latihan lebih keras lagi ke depan,” tambahnya.
Pertandingan dancesport Porprov IX Jatim sendiri digelar di Islamic Center Kota Malang pada Sabtu (21/06/2025), dan menjadi panggung unjuk kemampuan bagi para atlet muda berbakat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
(kaperwil jatim)












