banner 325x300
banner 325x300
Kutai Barat

Keluhan Listrik Muara Ohong Berlanjut ke Polres Kubar, Admin Info Jempang Pertanyakan Perkembangan Perkara

×

Keluhan Listrik Muara Ohong Berlanjut ke Polres Kubar, Admin Info Jempang Pertanyakan Perkembangan Perkara

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Keluhan warga Kampung Muara Ohong soal pemasangan listrik berlanjut ke Polres Kutai Barat (Kubar). Admin Facebook Info Jempang, Elisa, kini mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.

Keluhan itu disampaikan warga kepada Elisa sebelum kemudian diunggah melalui akun Facebook Info Jempang pada Mei 2026.

Warga mengaku telah menyerahkan biaya pemasangan listrik sejak Februari 2026. Namun, hingga Mei 2026, pemasangan disebut belum terealisasi.

Setelah keluhan tersebut diunggah, Elisa menyebut pemasangan mulai berlanjut di lapangan. Sebelumnya, warga mengaku belum mendapat kejelasan mengenai kelanjutan pemasangan instalasi listrik.

“Saya menerima keluhan warga Muara Ohong, kemudian saya unggah di media sosial,” ujar Elisa, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Unggahan tersebut kemudian dipersoalkan hingga Elisa dipanggil Polres Kubar untuk dimintai keterangan. Warga yang menjadi sumber informasi juga turut dipanggil polisi.

Dalam surat Polres Kubar, Elisa dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan pencemaran nama baik dan/atau berita bohong melalui Facebook pada 28 Agustus 2026.

Usai warga menjalani pemeriksaan, Elisa mengaku sempat menanyakan kembali mengenai keterangan yang diberikan kepada polisi.

Menurut Elisa, warga menyampaikan bahwa polisi menyebut persoalan tersebut masih aman. Namun, dia mengaku belum mengetahui perkembangan penanganan perkara.

“Saya belum komunikasi dengan penyidik. Ini sangat perlu dipertanyakan ke Kanit supaya jelas arahnya ke mana,” katanya.

Elisa juga mempertanyakan apakah keterangan dirinya dan warga terkait persoalan pemasangan listrik telah ditindaklanjuti penyidik.

Dia mengatakan hingga kini belum mengetahui perkembangan penanganan perkara tersebut.

Berdasarkan surat pernyataan warga tertanggal 25 Agustus 2026, sekitar 70 kepala keluarga mengaku telah menyerahkan Rp3,5 juta untuk biaya pemasangan listrik.

Pembayaran tersebut disebut dilakukan sejak Februari 2026 kepada Petinggi Muara Ohong. Warga mengaku tidak menerima kuitansi maupun bukti pembayaran resmi.

Elisa bersama warga kemudian mengecek biaya pemasangan melalui aplikasi PLN Mobile. Hasil pengecekan menunjukkan angka Rp908 ribu.

Sementara itu, warga mengaku telah membayar Rp3,5 juta untuk pemasangan listrik.

Persoalan tersebut kemudian berkembang setelah kepala kampung mempersoalkan unggahan Info Jempang dan menyebutnya sebagai hoaks atau berita bohong.

Persoalan itu selanjutnya berlanjut hingga laporan polisi.

Setelah dipersoalkan, Elisa meminta warga membuat surat pernyataan untuk menegaskan bahwa unggahan tersebut berasal dari keluhan warga Kampung Muara Ohong.

“Surat pernyataan ditandatangani puluhan warga. Lengkap nomor NIK KTP. Jadi unggahan itu asli dari keluhan warga. Lalu di mana berita hoaksnya,” ujarnya.

Elisa mengatakan surat pernyataan warga tersebut juga telah dikumpulkan dan dilaporkan ke Kementerian ESDM.

Laporan itu, kata dia, berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana serta dugaan kriminalisasi terhadap warga.

“Bukti itu sudah saya laporkan dan sudah diterima. Pertama dugaan penyelewengan dana. Kedua, dugaan masalah kriminalisasi juga terhadap warga,” paparnya.

Elisa juga mempertanyakan mengapa kepala kampung tidak diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana instalasi listrik tersebut. Menurutnya, pemeriksaan justru dilakukan terhadap dirinya dan warga.

“Kenapa Kades tidak diperiksa? Kenapa cuma kami dan warga yang diperiksa, sedangkan bukti sudah jelas dalam surat yang ditandatangani warga,” kata Elisa.

(RICARD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300