banner 325x300
banner 325x300
Kutai Barat

Peringatan 100 Tahun MSF, Bakti Sosial Digelar di Barong Tongkok

×

Peringatan 100 Tahun MSF, Bakti Sosial Digelar di Barong Tongkok

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Perayaan 100 tahun karya misi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) di Kalimantan dan Indonesia dirangkai dengan bakti sosial di Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Minggu (20/9/2026).

Bakti sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang mengusung tema “Berjalan Bersama Masyarakat Kalimantan”.

Kegiatan meliputi pembagian 100 paket sembako, pemeriksaan kesehatan gratis serta gerakan pangan murah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kubar.

Ketua Umum Panitia Perayaan 100 Tahun Misi MSF, Rudi Ignatius, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari semangat berjalan bersama masyarakat.

Katannya, semangat itu diwujudkan melalui aksi berbagi dan solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Terutama untuk mereka yang lansia, sudah tua, kekurangan dan sebagainya,” ujarnya.

Bakti sosial itu tidak hanya menyasar umat Katolik. Gerakan pangan murah juga dibuka untuk masyarakat umum.

Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Paroki Tering dan Paroki Lambing. Panitia juga menggelar donor darah dengan target 100 kantong, namun terkumpul 35 kantong darah.

Rudi menjelaskan, rangkaian perayaan 100 tahun MSF telah disiapkan sejak awal tahun. Sejumlah kegiatan digelar sejak Januari hingga Oktober 2026.

Kegiatan itu antara lain napak tilas, temu orang muda, kegiatan sosial dan seminar untuk menggali kembali sejarah perjalanan karya MSF di Kalimantan.

Temu orang muda menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Sekitar 500 orang hadir dari Kutai Barat, Samarinda, Sangatta serta sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Ini hal yang menguji dan juga menjadi tantangan bagi panitia,” ungkapnya.

Rudi menyebutkan, sekitar 300 orang terlibat aktif dalam kepanitiaan dan pelaksanaan berbagai kegiatan. Keterlibatan umat tersebut dilakukan secara sukarela.

Keterlibatan umat menjadi bagian penting dari tema “Berjalan Bersama” yang diusung dalam perayaan satu abad karya MSF.

Pastor Paroki Kristus Raja Barong Tongkok, Petrus Prillion MSF, mengatakan makna 100 tahun karya MSF jauh lebih luas dari sekadar perayaan gereja.

Karya MSF selama satu abad turut menyentuh bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Kalimantan.

“Bukan hanya misi gereja, bukan hanya misi pewartaan iman,” terangnya.

Petrus menambahkan, karya itu bermula dari kedatangan misionaris di Laham pada 26 Februari 1926. Momentum 100 tahun menjadi kesempatan untuk kembali menggali sejarah perjalanan tersebut.

Peringatan satu abad tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat pelayanan yang dibangun selama rangkaian perayaan diharapkan tetap hidup setelah kegiatan berakhir.

“Jangan hanya euforianya, tetapi nanti semangatnya tetap hidup,” urainya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Barat, Rion, mengatakan pemerintah turut mendukung kegiatan bakti sosial melalui gerakan pangan murah.

Sejumlah komoditas disediakan, seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, gula, bawang merah dan bawang putih.

Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi umat Katolik, tetapi juga masyarakat umum.

“Tidak hanya untuk umat Katolik, tapi kita melayani untuk masyarakat umum,” paparnya.

Puncak perayaan 100 tahun karya MSF ini dijadwalkan berlangsung pada 15-18 Oktober 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS).
(RICARD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300