DaerahKutai Barat

Meski Minim Fasilitas, ICF Kubar Bidik 2 Emas di Porprov Kaltim

171
×

Meski Minim Fasilitas, ICF Kubar Bidik 2 Emas di Porprov Kaltim

Sebarkan artikel ini

Kubar – Pengurus Indonesian Cycling Federation (ICF) Kutai Barat (Kubar) semakin termotivasi menghadapi Porprov Kaltim setelah mendapat kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, di lokasi latihan atlet balap sepeda di Alun-Alun ITHO Sendawar, Minggu (14/6/2026).

Ketua ICF Kutai Barat, Tutus, mengatakan kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat bagi atlet dan pengurus yang tengah mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga terbesar di Kalimantan Timur itu.

“Kehadiran Ketua KONI membuat kami merasa diperhatikan. Ini menjadi motivasi bagi atlet dan pengurus untuk bekerja lebih keras menghadapi Porprov,” ujarnya.

Saat ini ICF Kutai Barat menyiapkan tujuh atlet yang telah lolos Babak Kualifikasi (BK), terdiri dari enam atlet putra dan satu atlet putri. Mereka akan turun pada 20 nomor pertandingan, baik nomor individu maupun beregu.

Menariknya, sebagian atlet yang dipersiapkan masih berusia sangat muda. Bahkan ada yang masih duduk di bangku kelas satu SMP. Menurut Tutus, langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk mencetak regenerasi atlet balap sepeda Kutai Barat.

Meski baru aktif sejak 2025 dan pertama kali mengikuti BK, ICF Kutai Barat berhasil membawa pulang satu medali perunggu. Hasil itu membuat mereka optimistis memasang target dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu di Porprov mendatang.

Namun di balik optimisme tersebut, ICF masih menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan peralatan menjadi masalah utama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

“Atlet masih menggunakan sepeda milik pribadi dengan kondisi seadanya. Kami masih membutuhkan sepeda standar tanding, roller, dan perlengkapan pendukung lainnya,” kata Tutus.

Pelatih ICF Kutai Barat, Wahyudi, menjelaskan intensitas latihan terus ditingkatkan untuk menjaga kondisi fisik dan daya tahan atlet. Latihan rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu dengan memanfaatkan jalan beraspal yang aman sebagai lintasan latihan.

Menurutnya, persoalan peralatan juga sering menjadi keluhan atlet. Ketika sepeda mengalami kerusakan, tim tidak memiliki unit cadangan sehingga harus memperbaikinya terlebih dahulu sebelum kembali digunakan.

Meski demikian, beberapa atlet ICF Kutai Barat telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat provinsi dan mengikuti seleksi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Sementara itu, Pelatih Putu Partha mengungkapkan sebagian besar peralatan yang dimiliki saat ini masih jauh dari standar perlombaan. Selain kebutuhan sepeda, dukungan suplemen untuk pemulihan dan peningkatan performa atlet juga menjadi perhatian.

Ia juga berharap pemerintah daerah, KONI, maupun pihak swasta dapat mulai menggelar kejuaraan balap sepeda di Kutai Barat. Hingga kini kegiatan yang rutin digelar masih sebatas fun bike.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Umum ICF Kutai Barat, Evi Mona Anggraeni, menilai potensi atlet yang dimiliki sangat menjanjikan. Semangat dan disiplin latihan para atlet menjadi modal besar untuk bersaing dengan daerah lain.

“Kami optimistis atlet Kutai Barat mampu berprestasi. Yang kami harapkan sekarang adalah dukungan fasilitas dan peralatan yang lebih memadai agar mereka bisa tampil maksimal di Porprov,” ujarnya.

Evi juga mengungkapkan beberapa atlet sebenarnya telah lolos seleksi menuju Kejurnas. Namun keterbatasan anggaran membuat mereka belum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yang akan digelar di Pangandaran, Jawa Barat.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ICF Kutai Barat tetap menatap Porprov dengan penuh keyakinan. Bermodal semangat atlet muda dan target besar yang telah dipasang, mereka berharap mampu membawa pulang prestasi terbaik untuk Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300