KUBAR– Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, resmi membuka Liga Sepak Bola Anak Tingkat Kabupaten Kutai Barat di Stadion Swalas Gunaq, Barong Tongkok, Sabtu (13/6/2026). Kompetisi yang diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) itu digelar sebagai langkah membangun pembinaan sepak bola usia dini sekaligus menyiapkan generasi emas sepak bola Kutai Barat di masa depan.
Dalam sambutannya, Frederick Edwin menegaskan prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, atlet berkualitas lahir dari proses pembinaan yang berjenjang, berkelanjutan, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Turnamen ini harus menjadi sarana menjaring bibit-bibit unggul sepak bola Kutai Barat agar kelak lahir pesepak bola profesional yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional,” ujar Edwin.
Ia menilai kompetisi usia dini bukan hanya ajang mencari kemenangan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter anak-anak. Melalui olahraga, para pemain belajar disiplin, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, hingga pentingnya kerja sama dalam tim.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital, menurut Edwin, olahraga menjadi aktivitas positif yang mampu menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
“Anak-anak yang aktif berolahraga akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan berprestasi,” katanya.
Edwin juga mengajak para pelatih, pembina, dan orang tua untuk terus memberikan dukungan terhadap perkembangan talenta muda. Ia menekankan bahwa pemain berkualitas lahir dari pembinaan yang konsisten, didampingi pelatih yang baik, serta dukungan keluarga yang kuat.
Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar dan membangun persahabatan. Ia mengingatkan bahwa sportivitas jauh lebih penting dibanding sekadar hasil akhir pertandingan.
“Kemenangan memang indah, tetapi menjaga sportivitas, fair play, dan menghormati lawan adalah kemenangan yang sesungguhnya. Menang jangan sombong, kalah jangan berkecil hati,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PSSI Kutai Barat, Teddy Rakhmat, mengatakan liga tersebut menjadi jawaban atas harapan puluhan klub dan sekolah sepak bola yang selama ini menginginkan kompetisi berkelanjutan bagi pemain usia dini.
“Kami memiliki 48 SSB yang sudah terafiliasi dengan PSSI Kutai Barat. Setelah infrastruktur dan perangkat kompetisi siap, kami memberanikan diri untuk memulai liga ini bersama para pelatih dan pemilik SSB,” ujarnya.
Teddy menjelaskan, musim kompetisi tahun ini menghadirkan empat agenda sekaligus, yakni Bocah Seru Liga usia 9-10 tahun, Bocah Seru Liga usia 11-12 tahun, Kubar Women Liga, serta Kubar Junior League usia 15 tahun.
Secara keseluruhan, sebanyak 45 SSB ambil bagian dalam kompetisi dengan total 233 pertandingan yang akan berlangsung sepanjang musim. Kategori usia 9-10 tahun diikuti delapan SSB, usia 11-12 tahun sebanyak 17 SSB, Kubar Women Liga enam SSB, dan Kubar Junior League usia 15 tahun diikuti 14 SSB.
Menurut Teddy, kompetisi tersebut merupakan bagian dari peta jalan pengembangan sepak bola Kutai Barat menuju 2030. Fokus utama program bukan hanya mencari juara, tetapi membangun sistem pembinaan berkelanjutan yang mampu melahirkan pemain berkualitas untuk daerah.
“Output yang ingin kami capai adalah mencetak atlet-atlet sepak bola Kutai Barat. Ini blueprint pembinaan kami. Kompetisi akan terus berjenjang sehingga pemain memiliki ruang berkembang dari usia dini hingga remaja,” katanya.
Ia menambahkan, pemain yang saat ini berlaga di kelompok usia 9-10 tahun nantinya akan melanjutkan ke kelompok usia berikutnya hingga kompetisi Suratin. Dari proses tersebut, PSSI Kutai Barat berharap mampu menghasilkan pemain yang siap memperkuat daerah pada ajang Porprov Kalimantan Timur maupun kompetisi tingkat nasional.
Selain mengejar prestasi, Teddy menegaskan pembinaan olahraga juga menjadi salah satu cara melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya.
“Tugas kami sebagai pengurus sepak bola adalah melawan narkoba dengan cara pembinaan olahraga. Anak-anak harus sehat, berpikiran jernih, dan memiliki kegiatan yang positif,” ucapnya.
Setelah liga usia dini bergulir, ASKAB PSSI Kutai Barat juga akan melanjutkan program pembinaan melalui kompetisi Suratin U-13 dan U-15 serta turnamen U-17 hingga U-19 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.
Liga Sepak Bola Anak Kutai Barat diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi emas sepak bola daerah yang mampu mengharumkan nama Kutai Barat di level provinsi maupun nasional pada masa mendatang.













