KUTAI BARAT – Perbaikan Jalan Lintas Provinsi yang melintasi Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jalan yang sebelumnya rusak parah dan kerap dikeluhkan warga kini berangsur mulus setelah dilakukan peningkatan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.
Proyek perbaikan yang saat ini masih berlangsung meliputi penataan drainase, pelebaran bahu jalan, hingga peningkatan kualitas konstruksi jalan. Sejumlah alat berat dan material konstruksi tampak bekerja di lokasi guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Meski aktivitas pembangunan sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan akibat pengaturan lalu lintas dan mobilitas alat berat, warga mengaku senang karena hasil perbaikan mulai terlihat.
Salah seorang warga Kampung Jengan Danum, Usman, menyampaikan apresiasinya atas terealisasinya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutai Barat yang terus mendorong pemerintah pusat maupun provinsi untuk melakukan perbaikan jalan ini,” ujar Usman saat ditemui, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
“Kalau dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah jauh lebih bagus dan nyaman dilalui,” katanya.
Usman mengatakan perbaikan jalan tersebut terealisasi pada tahun ini dan mencakup hampir seluruh ruas jalan yang melintasi Kampung Jengan Danum.
“Hampir sepanjang jalan Kampung Jengan Danum sudah diperbaiki. Saya dengar perbaikan jalannya juga tembus sampai pusat kota kabupaten,” ungkapnya.
Perbaikan Jalan Lintas Provinsi itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Damai dan sekitarnya.
Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, peningkatan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan yang terus didorong di Kabupaten Kutai Barat, khususnya untuk membuka akses yang lebih baik hingga ke wilayah kampung.













