Kutai Barat

Aliansi Masyarakat Peduli Kubar Tolak Kedatangan Abdul Somad, Minta Panitia Cari Penceramah Lain

37
×

Aliansi Masyarakat Peduli Kubar Tolak Kedatangan Abdul Somad, Minta Panitia Cari Penceramah Lain

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat (Kubar) yang terdiri dari puluhan organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat menyatakan menolak rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad yang dijadwalkan menghadiri kegiatan keagamaan di Kabupaten Kutai Barat pada 4 Juli 2026 mendatang.

Sikap tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kedai Kopi Lain Hati, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu (13/6/2026).

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Kubar, Yehezkil Pomen, menegaskan bahwa penolakan yang mereka sampaikan tidak berkaitan dengan agama maupun keyakinan tertentu. Menurutnya, masyarakat Kutai Barat selama ini hidup berdampingan dalam keberagaman dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

“Perlu kami tegaskan bahwa kami tidak alergi terhadap agama atau kepercayaan apa pun. Selama ini kami hidup bersama dalam keberagaman, baik Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Kaharingan maupun kepercayaan lainnya,” kata Pomen.

Ia menjelaskan, aliansi mengambil sikap tersebut karena menilai sejumlah materi dakwah dan pernyataan Abdul Somad yang beredar di berbagai media berpotensi menimbulkan keresahan serta mengganggu harmoni kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurut Pomen, beberapa pernyataan Abdul Somad dinilai mendiskreditkan keyakinan lain dan tidak mencerminkan dakwah yang menyejukkan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pernyataan terkait simbol salib yang pernah menuai kontroversi di tengah masyarakat.

“Bagi kami, pernyataan-pernyataan seperti itu berpotensi melukai perasaan umat beragama lain dan dapat mengganggu kerukunan yang selama ini terjaga di Kutai Barat,” ujarnya.

Aliansi Masyarakat Peduli Kubar menilai kehadiran Abdul Somad berpotensi memicu ketegangan sosial apabila tetap dihadirkan sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut. Karena itu, mereka meminta panitia penyelenggara mempertimbangkan kembali pilihan penceramah yang akan diundang.

Meski menolak kehadiran Abdul Somad, Pomen menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut. Ia justru mendorong panitia menghadirkan tokoh agama lain yang dinilai mampu menyampaikan dakwah secara sejuk dan memperkuat semangat persatuan serta toleransi.

“Kami tidak menolak agama Islam. Bahkan di dalam keluarga kami sendiri ada yang beragama Islam. Yang kami tolak adalah kehadiran Abdul Somad sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut,” tegasnya.

Aliansi Masyarakat Peduli Kutai Barat berharap masyarakat dapat memahami sikap yang mereka sampaikan. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan pandangan.

“Kami berharap perbedaan pendapat ini tidak menimbulkan benturan di tengah masyarakat. Aspirasi yang kami sampaikan dilakukan secara terbuka dan damai demi menjaga kerukunan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kutai Barat,” tutup Pomen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300