KUTAI BARAT – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kutai Barat terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur. Meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana latihan, PASI Kubar tetap optimistis mampu meningkatkan prestasi dan menargetkan empat medali emas pada ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut.
Optimisme itu disampaikan jajaran PASI Kutai Barat saat menerima kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, yang meninjau langsung latihan atlet PASI di kawasan Kompleks Islamic Center Melak, Sabtu (13/6/2026).
Pengurus PASI Kutai Barat menyampaikan apresiasi atas perhatian KONI terhadap perkembangan atletik di daerah. Menurut mereka, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang tengah menjalani program latihan menuju Porprov.
“Terima kasih kepada Ketua KONI Kabupaten Kutai Barat yang telah menyempatkan waktu berkunjung dan melihat langsung kondisi latihan atlet-atlet atletik di arena PASI,” ujar Ketua PASI Kutai Barat, Rusmandiansyah.
Saat ini PASI Kutai Barat menyiapkan 16 atlet yang telah memastikan tiket tampil di Porprov setelah lolos dari Babak Kualifikasi (BK). Para atlet tersebut berasal dari berbagai nomor pertandingan yang selama ini menjadi andalan Kutai Barat.
Selain fokus pada persiapan jangka pendek menuju Porprov, PASI juga menjalankan program pembinaan jangka panjang melalui training center (TC) mandiri. Program itu dirancang untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet muda sekaligus meningkatkan kualitas prestasi mereka.
Pada Babak Kualifikasi sebelumnya, PASI Kutai Barat mengikuti sekitar 16 nomor pertandingan dari total 24 nomor yang dipertandingkan. Sebagian besar atlet turun pada nomor lari dan lompat.
Namun, persiapan menuju Porprov tidak lepas dari berbagai kendala. Keterbatasan fasilitas atletik masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi PASI Kutai Barat.
Hingga kini, Kutai Barat belum memiliki lintasan atletik standar maupun stadion yang memadai seperti daerah lain. Fasilitas untuk nomor lompat jauh dan lompat tinggi juga masih sangat terbatas sehingga atlet harus berlatih dengan sarana yang ada.
Meski demikian, latihan untuk nomor lari jarak menengah hingga jauh seperti 400 meter, 800 meter, 1.500 meter hingga 5.000 meter masih dapat dilaksanakan dengan kondisi yang tersedia saat ini.
Pelatih PASI Kutai Barat, Mulyadi Taswin mengatakan pihaknya tetap menjalankan program latihan secara konsisten meski belum ada kepastian mengenai pelaksanaan TC resmi dari KONI.
“Kami tetap melaksanakan TC mandiri agar kondisi fisik dan kemampuan atlet tetap terjaga. Latihan rutin terus berjalan sesuai program yang telah disusun,” katanya.
Menurutnya, pola pembinaan atlet juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Saat ini terdapat sembilan atlet Kutai Barat yang menempuh pendidikan di Samarinda dan berhasil lolos Babak Kualifikasi. PASI Kubar tetap melakukan pemantauan serta koordinasi secara berkala terhadap para atlet tersebut.
Kemudian atlet yang berada di Kutai Barat, terutama dari nomor lempar dan lompat, tetap menjalani latihan di sekolah maupun lokasi latihan yang tersedia.
Pada Babak Kualifikasi lalu, PASI Kutai Barat mencatat hasil membanggakan dengan meraih tiga medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu. Nomor lari dan nomor lempar, khususnya tolak peluru, menjadi sektor yang paling diandalkan untuk kembali menyumbangkan medali pada Porprov mendatang.
Dengan modal hasil BK tersebut, PASI Kutai Barat memasang target lebih tinggi. Mereka membidik empat medali emas sekaligus mempertahankan capaian medali lainnya.
“Kami optimistis target empat medali emas bisa tercapai apabila seluruh atlet mampu menjalankan program latihan secara maksimal hingga waktu pertandingan tiba,” tegasnya.













