banner 325x300
banner 325x300
Gunungkidul

GKR Mangkubumi Resmi Lantik Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul Masa Bakti 2023–2028

201
×

GKR Mangkubumi Resmi Lantik Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul Masa Bakti 2023–2028

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul – GKR Mangkubumi secara resmi melantik Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Gunungkidul Masa Bakti 2023–2028 Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2025, di Bangsal Sewokoprojo, Senin (11/8/2025). Bupati Gunungkidul dikukuhkan sebagai Ketua Mabicab, didampingi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilantik sebagai anggota.

Dalam arahannya, GKR Mangkubumi yang juga Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menegaskan pentingnya memberikan ruang dan aktivitas positif bagi anak muda, agar mereka tidak dinilai sekadar dari perilaku luarnya saja.

“Anak-anak itu bukan nakal, tapi sering kali hanya kurang kegiatan. Mereka cerdas dan inovatif, dan kita harus bisa hadir di waktu-waktu luang mereka, seperti malam hari, untuk memberi kegiatan yang produktif,” ujar GKR Mangkubumi.

Ia mendorong agar kegiatan positif yang dekat dengan dunia anak muda semakin dikembangkan, terutama melalui program-program Pramuka yang sudah terintegrasi secara global, seperti Messenger of Peace (MoP) yang mendorong perdamaian dan keberlanjutan, aksi peduli lingkungan, serta Ticket to Life (TTL) yang membina anak-anak dari latar belakang rentan, termasuk anak jalanan dan anak berkebutuhan khusus. Program TTL sendiri sudah dijalankan di tujuh provinsi di Indonesia.

Menurutnya, program TTL yang awalnya fokus pada anak jalanan kini diperluas untuk menjangkau anak-anak yang belum aktif berorganisasi.

“Anak-anak bisa memanfaatkan ponsel mereka untuk kegiatan positif. Jika kurang informasi, mereka bisa menghubungi lurah, dukuh, atau langsung bergabung ke Pramuka. Mereka bisa masuk satuan karya, menjadi aktivis lingkungan, atau wirausaha muda. Semua diarahkan ke kegiatan bermakna,” jelasnya.

GKR Mangkubumi juga menyoroti keberhasilan Saka Wirausaha di DIY yang telah berjalan selama tiga tahun. Ia berharap Gunungkidul bisa menjadi pionir dalam mendorong wirausaha muda berbasis kepramukaan.

“Bibit Saka Wirausaha sudah kita tanam tiga tahun lalu. Dengan dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM, ini bisa jadi program unggulan,” ujarnya.

Di tingkat global, organisasi Pramuka dunia (WOSM) juga mendukung program-program tersebut dengan menyalurkan anggaran terbatas untuk mendorong inisiatif lokal.

“Ketua WOSM saat ini adalah Raja Swedia. Kita bisa mengajukan program, dan meskipun dananya tidak besar, bisa digunakan untuk memulai gerakan,” tambahnya.

Menutup acara, GKR Mangkubumi berpesan untuk melawan stigma bahwa kegiatan Pramuka itu membosankan atau ketinggalan zaman.

“Kemah bukan sekadar tidur di tenda, tapi proses belajar hidup mandiri, membangun solidaritas, dan toleransi. Ini bekal kehidupan nyata,” tutupnya.
(Mungkas M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300