Wakil Bupati Gunungkidul Luncurkan Program GENTING untuk Cegah Stunting

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, secara resmi meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) di Kapanewon Tanjungsari pada Rabu (6/8/2025)di balai kalurahan Kemadang. Program ini merupakan inisiatif dari Kemendukbangga/BKKBN dan menjadi salah satu dari lima Quick Wins unggulan tahun 2025. Joko Parwoto mengapresiasi inisiatif Kapanewon Tanjungsari yang telah menjadi pelopor gerakan ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.

Program GENTING bertujuan untuk memberikan bantuan sosial kepada keluarga berisiko stunting di Kapanewon Tanjungsari. Sebanyak 62 keluarga baduta dan balita resiko stunting akan menerima bantuan berupa nutrisi dan non-nutrisi. Donasi sebesar Rp 26.235.000 telah terkumpul dari 54 donatur, yang akan digunakan untuk memberikan bantuan sosial kepada keluarga berisiko stunting.

Selain launching program GENTING, juga dilakukan launching Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Kampung KB Kalurahan Kemadang. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam meningkatkan peran ayah dalam keluarga dan mencegah stunting. Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting di Gunungkidul dapat menurun dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera.

Dalam sambutannya Plt penewu Tanjungsari Subiyantoro, S.IP menyampaikan pelaksanaan kegiatan Launching Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah. Stunting) pada hari ini merujuk dan mendasarkan pada:

1. Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 Tentang Panduan Pelaksanan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

2. Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Nomor 35 tertanggal 3 Juli 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Lanjutan di Kabupaten Gunungkidul.

Mendasar pada dua ketentuan tersebut, kami yang bertugas di wilayah Kapanewon Tanjungsari baik dari Jajaran Forkompimkap Tanjungsari, Dinas / Instansi / Sekolah bersama para Lurah dan PKK serta para kader dengan menggandeng para pihak baik pemerintah, swasta maupun perseorangan berupaya untuk dapat mewujudkan sebuah aksi nyata melalui Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kapanewon Tanjungsari. Upaya ini kami tempuh sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah baik Pusat maupun Daerah dalam komitmennya untuk melakukan percepatan penurunan stunting, mengingat angka stunting di Kapanewon Tanjungsari masih sebesar 9.76% atau sebanyak 62 (enam puluh dua) baduta dan balita resiko stunting dengan penyebaran yang berbeda – beda di masing-masing kalurahan.

Upaya yang dilakukan ini harapannya ke depan dapat berkelanjutan dalam memberikan bantuan sosial baik berupa nutrisi maupun non nutrisi bersama dengan para orang tua asuh cegah stunting yang pada saat dilakukannya kegiatan Launching pada hari ini telah berkenan untuk memberikan donasinya.

Adapun beberapa donatur yang telah bersedia menjadi orang tua asuh dan berkomitmen dalam mendukung program GENTING di Kapanewon Tanjungsari antara lain:

Karyawan dan karyawati dinas / instansi/Lembaga / sekolah se Kapanewon Tanjungsari

Para Lurah dan Pamong Kalurahan

Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di wilayah Tanjungsari

Anggota PKK, Kader dan TPK, IBI, Lembaga pengelola keuangan dan perbankan

yang ada di wilayah Kapanewon Tanjungsari.

Para pelaku usaha dan pengusaha di sektor wisata di wilayah Pantai.

Tenaga kesehatan mandiri di wilayah tanjungsari.

Para pihak lainnya baik secara organisasi maupun perseorangan.

Jumlah pemberi donasi baik secara organisasi maupun perseorangan sebanyak 54 (lima puluh empat) donatur dengan capaian donasi masuk sebesar Rp. 26.235.000,-
(dua puluh enam juta dua ratus tiga puluh lima ribu rupiah) dengan data secara rinci dan lengkap berada dalam catatan Pengurus Genting Kapanewon Tanjungsari.

Sesuai dengan kesepakan bersama bahwa keseluruhan dana yang diperoleh dari hasil penggalangan donasi akan di wujudkan dalam bentuk pemberian bantuan sosial berupa tambahan nutrisi bagi keluarga resiko stunting.

Menurut keterangan dari pegawai PLKB kapanewon Tanjungsari Retno menjelaskan Bantuan sosial ini diberikan kepada seluruh keluarga baduta dan balita resiko stunting sebanyak 62 (enam puluh dua) keluarga dengan rincian pemberian berupa:

34 paket berisi susu kandungan gizi tinggi, ayam peliharaan sebanyak 3 (tiga) ekor (1 jago 2 babon), serta tambahan telur sebanyak 1 kilogram.

28 paket berisi susu kandungan gizi tinggi dan ayam peliharaan sebanyak 3 (tiga) ekor (1 jago 2 babon), dan

29 paket berisi susu kandungan gizi tinggi khusus ibu hamil dengan tambahan 1 kilogram telur, yang mana untuk pemberian susu khusus ibu hamil ini merupakan bantuan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gunungkidul.

Ia berharap dan berupaya bahwa pemberian bantuan ini akan terus berkembang karena kemitraan yang dibangun dengan para orang tua asuh tetap berjalan dan berkelanjutan.

Pada kegiatan ini selain dilakukan Launching Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) juga akan dilakukan Launching Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang juga merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan saat ini melalui Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Kampung KB Kalurahan Kemadang telah di tunjuk untuk menjadi percontohan dengan telah di bentuknya kegiatan Desa/Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) yang di ketua oleh Nurwahyudi (Kamituwo Kalurahan Kemadang).

Mungkas M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *