banner 325x300
banner 325x300
Gunungkidul

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul

148
×

Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Gunungkidul

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul– Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung di Sewokoprojo kabupaten Gunungkidul pada tanggal 29 Juni 2026 melepaskan petugas Sensus Ekonomi 2026 untuk terjun kelapangan. Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi digelar mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan struktur ekonomi daerah selama satu dekade terakhir guna perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan mencakup berbagai sektor vital, mulai dari pertanian, industri, pendidikan, hingga pariwisata. Data ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk penyusunan kebijakan, penyediaan pembiayaan, pelatihan, serta pembinaan bagi pelaku usaha.

“Harapan kami, kegiatan ini berjalan lancar. Kami ingin mengetahui peta kondisi ekonomi selama 10 tahun terakhir. Data yang diperoleh sangat penting untuk mengetahui skala usaha, mulai dari kecil, sedang, hingga besar, serta aset yang dimiliki,” ungkapnya

Jaminan Kerahasiaan dan Tidak Berkaitan dengan Pajak

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, pihak penyelenggara menegaskan bahwa seluruh data yang diberikan oleh responden dijamin kerahasiaannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Ditekankan pula bahwa kegiatan sensus ini sama sekali tidak berkaitan dengan perpajakan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan jawaban apa adanya dan merespons dengan baik, karena hasil dari sensus ini pada akhirnya akan kembali untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Ciri Khas Petugas dan Cara Verifikasi

Mengingat pentingnya kegiatan ini, masyarakat diminta untuk waspada dan memastikan identitas petugas yang datang. Berikut adalah ciri khas petugas SE 2026:


– Membawa Surat Tugas resmi.

– Memakai rompi bertuliskan petugas sensus ekonomi dan id card barcode.

“Jika petugas tidak membawa atribut lengkap atau surat tugas, masyarakat berhak menolak atau meminta petugas tersebut kembali melengkapi administrasi. Barcode tersebut bisa discan menggunakan HP untuk verifikasi data,” tambahnya.

Dengan terlaksananya sensus ini, diharapkan potensi ekonomi daerah dapat terpetakan dengan jelas, sehingga dapat menjadi pemancing roda ekonomi yang lebih baik di masa depan.
Mungkas M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300