Tamiang Layang – Hari Kartini menjadi salah satu perjuangan emansipasi wanita di Indonesia. Di era Raden Ajeng Kartini, yang lahir pada 21 April 1879, kehidupannya harus mengikuti tradisi kolot.. Wanita saat itu tugasnya membantu orang tua, dipingit, menikah muda, merawat suami dan anak. Hanya sedikit wanita yang bisa mengenyam pendidikan dan bersekolah. Intinya pandangan masyarakat saat itu wanita tidak sama dengan laki-laki, kata Juita, S.I.P, Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Kabupaten Barito Timur, saat diwawancara awak media, Senin, 21 April 2025 di Sekretariat AWPI Bartim, Jalan 45 Tamiang Layang, Barito Timur.
Menurut Juita, Dulu kaum perempuan tidak diberi kebebasan untuk bisa bersekolah, menuntut ilmu, dan melakukan peran-peran sosial yang luas. Saat itulah dengan cara-caranya, R.A. Kartini bangkit dan memperjuangkan emansipasi menuntut hak-hak yang setara dengan laki-laki.
Dari perjuangan yang panjang yang dilakukan R.A. Kartini kita sudah dapat melihat hasilnya, Sekarang terbukti, Wanita banyak yang menjadi Polisi, anggota MPR/DPD,/DPR/DPRD dan BPD, jadi Kepala Desa, jadi Lurah, Camat, Bupati, Walikota, Gubernur, Menteri, Direktur, Rektor, dan bahkan presiden. Tidak terkecuali Jurnalis, ucap Juita
Dimomen peringatan Hari Kartini Tahun 2025 inilah DPC AWPI telah merekrut dan menyeleksi jurnalis wanita untuk turut serta membangun bangsa ini melalui produk-produk dan karya-karya jurnalistik. Dari 7 Jurnalis yang direkrut 5 diantaranya adalah wanita dan dari 5 wanita yang sudah kita seleksi 2 diantaranya, yaitu Juairiah, SE dan Yuliana sudah diberikan pembekalan-pembekalan sambil menunggu kegiatan Diklat untuk mereka. 3 orang lainnya akan kita jadwalkan untuk mengikuti pembekalan didekat domisili mereka di Ampah, tegas Juita.
Mereka ini nanti akan ditempatkan di media-media dibawah naungan AWPI. Dengan semakin banyaknya kaum wanita berprofesi sebagai Jurnalis, Harapannya kedepan, mereka mampu turut mengangkat harkat martabat wanita dan mampu bersaing dengan jurnalis pria dan bersama-sama membangun negara dan bangsa ini melalui karya dan produk-produk jurnalistik, tutup Juita (Juariah/Yuliana).












