Tamiang Layang – Bagian 8, Sabtu, 8 Nopember 2025
b. Tokoh-Tokoh Penyebar dan Pendakwah Islam Di Magantis
1) Orang-Orang Dayak Bakumpai
Tokoh-tokoh yang menyebarkan Islam di Magantis pertama kalinya dilakukan oleh orang-orang Bakumpai itu sendiri. Mereka adalah 10 keluarga sebagaimana disebutkan sebelumnya beserta keturunan-keturunan mereka. Awalnya mereka bermukim di Lubuk Balai (Maribeng), kemudian pindah lagi ke Pemukiman Kiri dan Lubuk Tapah. Peran dakwah yang dilakukan dapat dipahami krmbali melalui bahasan sebelumnya.
Salah satu bukti peran dakwah Islam tersebut terlihat ketika diantara mereka ada yang menikahi perempuan Dayak Maanyan yang kemudian mengislamkannya. Perempuan itu dikemudian hari dikenal dengan panggilan Labai Lamiah. Mereka berketurunan dan akhirnya kawasan tempat tinggal mereka dikenal sebagai Pulau Hakei (tempat orang Islam).
Peran untuk menyebarkan Dakwah Islam tetap konsisten dilakukan orang-orang Dayak Bakumpai ini. Kendatipun misalnya tidak semua dari mereka menguasai ilmu agama tetapi dapat dipastikan juga bahwa Dakwah Islam konsisten dilakukan orang-orang Bakumpai terhadap masyarakat nonmuslim waktu itu.
2) Pembakas Lebu (Tetua Kampung)
Pada suatu saat orang-orang Dayak Bakumpai yang bermukim di Pemukiman Kiri dan Lubuk Tapah pindah mencari perkampungan baru yang mungkin lebih menjanjikan untuk kehidupan mereka dan generasi-generasinya. Ditemukanlah tempat baru itu yaitu disebelah barat atau seberang Sungai Magantis saat ini. Orang-orang ini bisa jadi para tetua orang-orang Dayak Bakumpai beserta keturunan-keturunan mereka. Dipastikan juga mereka melaksanakan fungsi-fungsinya dalam Islam setidaknya membina keturunan-keturunan mereka agar tetap teguh memegang Agama Islam.
Bukti adanya orang-orang Dayak Bakumpai itu tinggal di seberang Magantis saat ini karena dilokasi tersebut ditemukan makam-makam tua yang hanya tersisa nisan berlumut bahkan sebagian lainnya sudah ada rata dengan tanah. Mereka inilah yang kemudian menurut penulis disebut Pambakas Lebu sebagaimana disebutkan diatas.
3) Keturunan Pambakas Lebu
Sebagaimana disebutkan pada sub sebelumnya (Bersambung……)
Pewarta : Yandi
Tulisan ini disadur sepenuhnya dari Buku “Jejak Islam Di Barito Timur”, yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, ISBN Nomor 978-623-236-478-3. Buku ini di Prakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Timur Tahun 2024 dan melibatkan cendikiawan muslim dari UIN Palangkaraya sebagai peneliti ahli. Tidak salah kiranya media turut berperan menyebarluaskan materi buku ini agar cepat tersampaikan, baik untuk masyarakat Barito Timur khususnya maupun masyarakat Indonesia umumnya. Keseluruhan buku ini sebanyak 238 halaman, sementara tulisan dimedia hanya memuat Bab IV, hal. 78 – 217, oleh karena itu tetap disarankan membaca buku ini seutuhnya








