Upaya Kurangi polusi, Sudin SDA Buat Floating Forest di Waduk Melati

Tak Berkategori17 Dilihat

Jakarta – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat membuat floating forest dengan sistem pot apung guna mendukung penghijauan sekaligus mengurangi polusi udara di Waduk Melati, Tanah Abang. Rabu, (4/10/2023)

Kepala Pengawas Waduk Melati, Dede Yahya mengakui, floating forest dengan sistem pot apung telah diterapkan sejak enam hari lalu dengan memanfaatkan pipa-pipa paralon dan drum bekas tempat bahan bakar minyak.

“Sementara waktu kita buat dua kotak dan rencananya ada lima kotak. Masing-masing kotak ada delapan drum dengan luasan dua meter persegi,” terangnya.

Ia menjelaskan, drum-drum ini kemudian diberi tanah yang telah diolah, lalu ditanami pohon pucuk merah dan bambu air. Kedua pohon tersebut sangat kuat meski terkena sinar matahari langsung.

“Kami ikat drum-drum dengan tali ke bagian plat strip supaya tetap berada di tempatnya. Tali tersebut juga menghubungkan pada pipa paralon yang telah dibuat berbentuk persegi,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah selesai diikat, pot-pot apung baru digiring ke tengah waduk. Proses pembuatan satu kotak pot apung melibatkan lima personel dan memakan waktu tiga hari.

“Setiap tiga hari sekali kami siram pot apung secara manual. Petugas ke tengah waduk menggunakan perahu karet,” imbuhnya.

Ia berharap, kehadiran floating forest di Waduk Melati akan semakin menghijaukan Jakarta Pusat dan dapat mengurangi polusi udara

“Selain dapt menghijaukan dam mengurangi polusi, semoga upaya ini juga dapat menjadi daya tarik sendiri bagi Waduk Melati,” tandasnya. (AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *