KUBAR – Puluhan anggota organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendatangi Kantor Bupati Kutai Barat di Sendawar, Jumat (6/3/2026).
Kedatangan mereka untuk menagih solusi terkait sengketa lahan antara keluarga besar almarhum Neten dengan pihak PT Trubaindo Coal Mining (TCM). Sebelumnya, Bupati Kutai Barat telah membentuk Tim Validasi dan Verifikasi guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun, hingga beberapa bulan berjalan, tim yang dibentuk pemerintah daerah itu dinilai belum mampu memberikan solusi atas sengketa lahan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dari pihak TBBR yang mendampingi ahli waris almarhum Neten.
Kekecewaan itu semakin bertambah setelah pertemuan yang telah dijadwalkan antara kedua belah pihak batal terlaksana. Padahal, Tim Validasi dan Verifikasi sebelumnya telah menjadwalkan pertemuan lanjutan antara ahli waris dengan PT TCM pada hari yang sama.
“Saya mewakili ahli waris almarhum Neten dan TBBR Kutai Barat sangat kecewa dengan Tim Validasi dan Verifikasi yang dibentuk Bupati Kutai Barat,” ujar Wakil Ketua TBBR Kubar, Kincan, saat ditemui di Selasar Kantor Bupati Kubar.
Menurutnya, sikap PT TCM yang tidak menghadiri pertemuan tersebut menunjukkan tidak adanya itikad baik untuk menyelesaikan sengketa lahan melalui musyawarah. Ia menyebutkan pihak perusahaan justru menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.
Kincan menjelaskan bahwa proses yang dilakukan Tim Validasi dan Verifikasi sebenarnya telah berjalan cukup panjang, mulai dari peninjauan lapangan hingga pengumpulan berbagai data terkait lahan yang disengketakan.
Namun, hasil yang disampaikan tim kepada pihaknya dinilai hanya meneruskan keterangan dari PT TCM. Surat tersebut dianggap tidak memberikan solusi bagi ahli waris maupun TBBR yang memperjuangkan hak masyarakat adat.
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Kutai Barat tidak lagi ikut campur apabila tidak mampu memberikan solusi yang adil dalam penyelesaian sengketa tersebut.
“Pesan kami, jika pemerintah tidak dapat memberikan solusi yang baik dan adil, ke depan jangan ikut campur. Kami akan terus melanjutkan perjuangan ini,” tegasnya.
Kincan juga menegaskan bahwa TBBR akan berkoordinasi dengan Polres Kutai Barat untuk melanjutkan perjuangan mereka. Dalam waktu dekat, TBBR berencana menggelar aksi damai di area operasional PT TCM dengan melibatkan massa dalam jumlah besar.






