Gunungkidul

Rembug Tani Gunungkidul Bahas Demplot dan Rakitan Teknologi Pertanian

216
×

Rembug Tani Gunungkidul Bahas Demplot dan Rakitan Teknologi Pertanian

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul – Dinas Pertanian kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan “Rembug Tani” pada kamis 24/04/2024 yang merupakan bagian dari program sekolah lapang tematik di ballroom Santika hotel Gunungkidul diikuti oleh 130 orang dalam satu ruang berasal dari dua kapanewon. Dalam sehari Dinas Pertanian kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan untuk empat kapanewon.

Menurut ketua Tim Kerja Ketenagaan Bidang Penyuluhan sekaligus Penyuluh Pertanian Kabupaten Gunungkidul Catur Prihati menjelaskan bahwa Kegiatan Sekolah Lapang Tematik tahun 2025 meliputi sosialisasi, rembuk tani, kursus tani, dan FFD, dengan dukungan pengawalan.

Jadi Rembug Tani adalah rangkaian lanjutan kegiatan sosialisasi. kegiatan sekolah lapangan tematik tahun 2025, mendapatkan penganggaran dari DAK non Fisik tahun 2025.

Rembuk tani dihadiri 65 peserta dari masing-masing Kapanewon, membahas perencanaan demplot untuk mengaplikasikan rakitan teknologi dari peserta.Satu Kapanewan ada 10 demplot yang akan dilaksanakan 10 kelompok tani, dan masing-masing kelompok tani ini ada 3 orang, berarti dalam satu Kapanewan ini ada 30 peserta. Kegiatan ini selain merencanakan kegiatannya juga nanti harapannya petani bisa menyusun rakitan teknologinya mulai dari pengolahan tanah sampai panen. Setelah didapatkan rakitan teknologi dari rembug tani ini nanti akan diterapkan petani untuk membuat demplotnya sehingga bisa dikelola dengan maksimal, dengan baik sehingga ini bisa menjadi percontohan bagi petani dan kelompok lainnya dan menjadi barometer bagi petani lainnya untuk membudidayakan yang sesuai dengan anjuran teknologi pertanian.

Demplot akan ditanami empat komoditas strategis: padi dengan varietas Mapan 05, jagung dengan varietas bc 2, bawang merah, bawang merah pakai tajuk, kemudian yang cabai ini ada tiga varietas ada ikutafi kemudian ori 212 dan satunya varietas laba sesuai dengan apa yang diminta oleh masing-masing kelompok, karena namanya demplot itu sebenarnya kita tidak melakukan pengujian namun hanya menerapkan teknologi yang sudah ada, tetapi memang disesuaikan dengan potensi yang ada di wilayah dengan memperhatikan karakteristik wilayah masing-masing. Rembug tani akan berakhir pada tanggal 29 April 2025.

Kemudian akan dilanjutkan kursus tani yang didalam nya ada teori dan praktek. Dalam teori secara klasikal menyampaikan teknologinya dan praktek menerapkan rakitan teknologinya.

Harapannya ke depan tentunya kegiatan ini ada manfaat artinya petani bisa mengaplikasikan untuk di lahannya masing-masing. Kemudian jadi memberikan dampak pada petani lainnya untuk bisa meniru mengaplikasikan rakitan teknologi seperti itu. Ketika mereka sudah melakukan budidaya secara tepat pasti juga terjadi peningkatan produksi.

Mungkas Mulyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *