banner 325x300
banner 325x300
Pemalang

Dana Desa Minim, Kades Karangmoncol Fahrul Rozi Siap Kembalikan Hasil Bengkok untuk Kepentingan Masyarakat

×

Dana Desa Minim, Kades Karangmoncol Fahrul Rozi Siap Kembalikan Hasil Bengkok untuk Kepentingan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PEMALANG – Di tengah keterbatasan anggaran dana desa untuk membiayai berbagai kegiatan masyarakat, Kepala Desa Karangmoncol, Fahrul Rozi, yang akrab disapa Mas Paung, berkomitmen mengembalikan hasil pengelolaan tanah kas desa (bengkok) yang menjadi haknya untuk mendukung kebutuhan sosial, keagamaan, kepemudaan, hingga kegiatan kemasyarakatan.

Komitmen tersebut disampaikan Mas Paung di kediamannya, Senin (12/10/2026). Menurutnya, keterbatasan anggaran desa menjadi tantangan tersendiri dalam mengakomodasi berbagai kegiatan yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, ia ingin hasil pengelolaan tanah bengkok miliknya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.

Sejumlah kegiatan yang menjadi perhatian di antaranya penambahan tunjangan honor bagi ustaz dan ustazah yang mengajar di madrasah maupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Dukungan juga diarahkan untuk kegiatan ekonomi kreatif Karang Taruna, aktivitas keagamaan Ansor dan Banser, serta kegiatan masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, hasil tersebut juga direncanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan taktis yang bersifat mendesak dan tidak terduga, baik yang berkaitan dengan kebutuhan pemerintahan desa maupun kepentingan masyarakat.

Bagi Mas Paung, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mengabaikan kegiatan masyarakat. Menurutnya, ketika kemampuan keuangan desa belum mencukupi, perlu ada upaya lain agar kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan warga tetap berjalan.

“Baik kita teruskan, kurang kita sempurnakan,” LANJUTKAN!! menjadi semangat yang ingin dibangun dalam melanjutkan program dan memperbaiki hal-hal yang masih belum maksimal di Desa Karangmoncol.

Tak hanya soal anggaran, Mas Paung juga menekankan pentingnya menjaga keterlibatan masyarakat dalam mengawal pemerintahan desa, termasuk setelah Pilkades berakhir.

Ia berpesan kepada para relawan pendukungnya agar tidak berhenti berkontribusi setelah kontestasi politik selesai. Para relawan diharapkan tetap menjalankan peran sosial di lingkungan RT, memantau kondisi masyarakat, menyampaikan aspirasi warga, serta ikut mengawal program pemerintah desa agar berjalan lebih baik.

Menurutnya, relawan tidak semestinya hanya hadir saat Pilkades, tetapi juga tetap menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendorong perubahan dan pembangunan desa.

Komitmen Fahrul Rozi ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran, serta membangun pemerintahan desa yang lebih terbuka terhadap aspirasi warga.

Pada akhirnya, pembangunan desa bukan semata-mata soal besarnya anggaran, melainkan juga tentang kemauan untuk berbagi, kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, dan komitmen bersama untuk menyempurnakan apa yang masih kurang.tris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300