KUBAR – Sebanyak 27 cabang olahraga (cabor) dari total 31 cabor aktif di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengajukan mosi tidak percaya terhadap Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar, Agus Hermawan.
Mosi tersebut disampaikan langsung oleh para pengurus cabor usai melakukan pertemuan dengan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, di kediaman pribadi bupati di Barong Tongkok, Rabu (29/04/2026) malam.
Mayoritas cabor menilai kepemimpinan KONI saat ini tidak mampu menjawab berbagai persoalan pembinaan olahraga. Mereka juga mendesak Agus Hermawan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Ketua Kick Boxing Indonesia (KBI) Kutai Barat, Alsiyus, mengungkapkan sejumlah persoalan yang menjadi dasar mosi tidak percaya. Menurutnya, masih banyak hal yang belum mampu diselesaikan, terutama terkait pengelolaan anggaran dan pembinaan atlet.
“Di antaranya pembagian dana yang tidak proporsional dan tidak sesuai ketentuan. Pembinaan atlet juga kurang, termasuk soal bonus atlet yang tidak pernah disampaikan kepada pemerintah untuk ditingkatkan. Ini menjadi keluhan atlet-atlet kita,” ujar Alsiyus.
Ia menegaskan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap motivasi atlet yang merasa kurang diperhatikan.
“Tidak mungkin kita menuntut mereka berprestasi jika kesejahteraannya tidak diperhatikan. Ini yang membuat teman-teman gelisah. Bahkan, ada atlet peraih emas yang ingin keluar karena merasa tidak nyaman,” katanya.
Menurutnya, ke depan diperlukan figur pemimpin KONI yang mampu bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membina olahraga.
“Oleh karena itu, ke depan harus ada yang menahkodai KONI yang mampu menyelesaikan persoalan bersama pemerintah,” ucapnya.
Alsiyus juga menyoroti besarnya anggaran KONI yang seharusnya berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet.
“Dengan anggaran yang besar, kita harapkan manfaatnya benar-benar dirasakan atlet, karena mereka adalah tulang punggung prestasi,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, membenarkan adanya mosi tidak percaya tersebut. Ia menilai langkah para pengurus cabor sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah, terlebih menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser pada November mendatang.
“Dari 31 cabor aktif, saat ini 27 cabor mengajukan mosi tidak percaya. Saya mengapresiasi langkah ini karena kita ingin persiapan Porprov berjalan lancar,” kata Edwin.
Secara pribadi, bupati juga meminta kebijaksanaan Ketua KONI Kubar untuk mundur demi kepentingan bersama.
“Demi perkembangan olahraga di Kutai Barat, saya meminta dengan hormat Ketua KONI saat ini untuk mengundurkan diri,” tegasnya.
Bupati berharap persoalan tersebut segera terselesaikan agar tidak mengganggu persiapan atlet menghadapi Porprov. Ia juga meminta agar kepemimpinan KONI ke depan mampu mengayomi seluruh cabor di Kubar.
“Semoga masalah ini cepat selesai, sehingga atlet dapat fokus berkompetisi di Porprov. Baik Plt maupun ketua definitif nanti harus mampu mengayomi seluruh cabor,” pungkasnya.












