KUBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPT Museum Etnografi Sendawar menggelar upacara adat Pelas terhadap koleksi benda bernilai budaya yang disimpan di Museum Etnografi berlangsung di lingkungan perkantoran Bupati Kutai Barat (Kubar), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (18/11/2025).
Ritual Pelas dipercaya sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur sekaligus menjaga harmoni antara manusia dan roh penjaga benda pusaka. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat di Kutai Barat.
Pememang selaku pemimpin ritual, Wahyu Sandus, menjelaskan bahwa upacara Pelas digelar untuk memberi penghormatan sekaligus “memberi makan” roh-roh penjaga benda pusaka.
“Memberi makan roh-roh benda pusaka dan barang-barang antik turun-temurun, khususnya koleksi etnis Dayak Tunjung, Benuaq, Aoheng, dan Bentian yang ada di museum ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, ritual ini juga bertujuan memastikan agar aktivitas di museum—baik oleh petugas maupun pengunjung—tetap aman dan tidak diganggu oleh penunggu benda-benda tersebut.
“Karena kalau roh-roh ini lapar, mereka bisa menggoda atau mengganggu manusia. Jadi hal-hal itu yang kita cegah agar tidak menimbulkan sesuatu yang tidak baik,” jelas Wahyu Sandus.
Kegiatan sakral tersebut turut dihadiri Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kubar, Yurang, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kubar Seki, Kabid Upacara Adat PDA Rianto, Kepala Adat Kelurahan Simpang Raya, serta para tokoh adat Kutai Barat.
Upacara Pelas ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga keharmonisan budaya sekaligus melestarikan warisan leluhur yang tersimpan di Museum Etnografi Sendawar.
(RICARD)














