Barito Timur

JEJAK ISLAM DI BARITO TIMUR (Bagian 4)

254
×

JEJAK ISLAM DI BARITO TIMUR (Bagian 4)

Sebarkan artikel ini

Tamiang Layang – Bagian 4, Sabtu, 1 Nopember 2025

Posisi pemakaman baru itu saat ini berada disekitar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Magantis II atau ada juga mengatakan posisinya agak kepinggir Sungai Sirau. Bukti adanya pemukiman masyarakat Dayak Bakumpai dilokasi ini ditemukannya beberapa makam tua yang berada dipinggiran Sungai Sirau.

Makam-makam ini dapat dikenali dari nisan kayu yang sudah berlumut, bahkan berbentuk seperti tunggul. Selain itu ada juga yang sudah rata dengan tanah sehingga sulit diketahui. Namun diantara masyarakat Magantis ada juga yang memperbaharui nisan itu. Mungkin sekali menurut tuturan dari keluarga secara turun temurun bahwa disitu berkubur leluhur mereka sehingga merasa bertanggung jawab untuk memeliharanya.

Menurut salah seorang narasumber bahwa cikal bakal adanya masyarakat Desa Magantis adalah masyarakat Dayak Bakumpai yang yang tinggal dilokasi ini dan bahkan diantaranya ada yang meninggal dan dikuburkan dipinggir Sungai Sirau ini.

Penjelasan narasumber ini memang logis karena yang akan membuka perkampungan Magantis saat ini tentulah masyarakat yang tinggal diseberang Desa Magantis itu.
Kendatipun misalnya ada yang sudah meninggal dunia tetapi mereka memiliki keturunan yang dari keturunan inilah merintis membuka perkampungan Magantis, tetapi ketika diantara mereka ada yang meninggal dunia, maka dikuburkan kembali ketempat tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena ada pesan untuk dimakamkan dekat dengan keluarga terdahulu.

oleh karena itu penulis juga lebih cendrung memiliki pandangan yang seperti demikian. Bahkan jika boleh dikatakan bahwa orang-orang yang berkubur dilokasi itu disebut sebagai Pembakas Lebu (Tetua Kampung) Magantis. Dikatakan demikian karena mereka menetap dilokasi ini sampai berketurunan bahkan ada yang dikubur dilokasi ini atau ada diantara keturunan mereka bahkan mereka sendiri yang ikut pindah dan berperan membuka perkampungan Magantis.

5) Pindah Ke Magantis Saat Ini

Setelah beberapa lama masyarakat Dayak Bakumpai mendiami pemukiman disebelah barat atau diseberang Sungai Magantis saat ini, pada suatu ketika datanglah seseorang dari Beto berkebangsaan Belanda yang bernama Mentero. Ia menyarankan kepada masyarakat saat itu agar pemukiman pindah kesebalh timur Sungai Sirau atau posisi Desa Magantis saat ini.
Alasannya lokasi tersebut (Bersambung…)

Pewarta : Yandi

Tulisan ini disadur sepenuhnya dari Buku “Jejak Islam Di Barito Timur”, yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta, ISBN Nomor 978-623-236-478-3. Buku ini di Prakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Timur Tahun 2024 dan melibatkan cendikiawan muslim dari UIN Palangkaraya sebagai peneliti ahli. Tidak salah kiranya media turut berperan menyebarluaskan materi buku ini agar cepat tersampaikan, baik untuk masyarakat Barito Timur khususnya maupun masyarakat Indonesia umumnya. Keseluruhan buku ini sebanyak 238 halaman, sementara tulisan dimedia hanya memuat Bab IV, hal. 78 – 217, oleh karena itu tetap disarankan membaca buku ini seutuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *