banner 325x300
banner 325x300
Barito Selatan

Bupati Eddy Raya Samsuri Bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Laksanakan Pelepasan Layanan Keliling Susur Sungai Di Kabupaten Barito Selatan

164
×

Bupati Eddy Raya Samsuri Bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Laksanakan Pelepasan Layanan Keliling Susur Sungai Di Kabupaten Barito Selatan

Sebarkan artikel ini

Barsel – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama Bank Indonesia melaksanakan acara pelepasan Layanan Kas Keliling Susur Sungai, disertai dengan Sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, penerapan sistem pembayaran digital QRIS, serta Gerakan Pangan Murah. Kegiatan berlangsung di Taman Iring Witu Water Front Buntok, Rabu (20/8/2025).

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran, Wakil Bupati Barito Selatan, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Ketua TP-PKK, Ketua PMI, Ketua Kwarcab Pramuka, kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Barito Selatan H. Eddy Raya Samsuri menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia yang telah menggagas kegiatan kas keliling susur sungai. Menurutnya, program ini bukan hanya soal distribusi uang, melainkan juga bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kualitas peredaran Rupiah.

“Layanan kas keliling ini memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar, jumlah yang cukup, dan pecahan yang sesuai hingga pelosok daerah. Hal ini juga dapat meminimalisir risiko peredaran uang palsu,” ucap Eddy Raya kepada  awak media usai acara.

Selain layanan kas keliling, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat melalui Gerakan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Sosialisasi ini, menurut bupati, bertujuan menanamkan kesadaran bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga bersama.

Ia menjelaskan, masyarakat diharapkan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Selain itu, penting pula menerapkan perilaku 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi) dalam memperlakukan uang agar lebih awet dan terjaga kualitasnya.

Lebih lanjut lagi, bupati juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Menurutnya, QRIS memudahkan masyarakat dalam bertransaksi karena lebih cepat, aman, dan efisien.

“Kehadiran QRIS menjadi peluang besar bagi UMKM kita untuk naik kelas. Dengan ekosistem digital, para pelaku usaha kecil akan lebih mudah mengakses keuangan dan meningkatkan daya saing,” pungkas Eddy Raya.(Rizal) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300