Pemalang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pemalang menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden kericuhan yang terjadi saat kegiatan pengajian akbar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Rabu (23/7/2025). Acara yang menghadirkan tokoh agama Habib Rizieq Shihab itu sempat diwarnai ketegangan antar kelompok massa yang berujung pada sejumlah korban luka.
Ketua PCNU Pemalang, Kyai Abu Joharudin Bahry, M.Hum, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan mendoakan para korban agar segera pulih.
“PCNU Kabupaten Pemalang menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang terjadi. Kami mendoakan agar para korban segera mendapat kesembuhan dan terhindar dari trauma berkepanjangan,” ujar Kyai Abu.
PCNU juga menyatakan telah mengambil langkah-langkah persuasif guna meredam potensi konflik lanjutan serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Langkah-langkah terukur telah kami lakukan agar suasana tetap kondusif dan tidak melebar ke ranah yang lebih luas. Kami mengimbau semua pihak, baik yang pro maupun kontra, untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Upaya trauma healing juga akan kami dorong agar situasi segera pulih,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Kyai Abu menegaskan bahwa PCNU akan terus berkomitmen menjaga ketertiban dan keamanan bersama dengan berbagai elemen masyarakat.
“PCNU Pemalang siap bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pemalang,” tegasnya.
PCNU juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengedepankan musyawarah, menjauhi provokasi, serta menempatkan perdamaian sebagai landasan bersama dalam menyikapi perbedaan pandangan.
“Keamanan dan kedamaian Pemalang adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga bersama,” pungkas Kyai Abu.(Tris)












