Keluarga Korban Tabrakan Antara Kereta Api dengan Penguna Jalan Kecewa kepada PT KAI dan Menteri BUMN

Simalungun49 Dilihat

TEBING TINGGI – Terkait terjadinya tabrakan maut antara Kereta Api (KA) dengan pengendara mobil dijalan Gunung Arjuna, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi, Sabtu (16/3) lalu, pihak dari keluarga korban menyampaikan kekecewaannya kepada PT KAI dan juga kepada menteri BUMN Erick Thohir.

Hotlan Purba, selaku keluarga korban kepada Media , Minggu (17/3/2024) sekira pukul 17.45 WIB mengungkapkan rasa kekecewaannya melihat kinerja PT KAI dan juga Erick Thohir selaku Menteri BUMN, yang menurutnya seperti melakukan pembiaran sehingga kejadian tabrakan antar Kereta Api dengan pengguna jalan bisa terjadi kembali dilokasi ini.

“Saya kecewa melihat kinerja dari PT KAI dan Erick Thohir selaku menteri BUMN, menurut kami dari pihak keluarga korban, sepertinya mereka melakukan pembiaran sehingga kejadian ini bisa kembali terjadi. Pihak kepolisian juga harus mengusut ini sesuai hukum yang berlaku”, ucapnya.

Selain mempertanyakan kinerja dari PT KAI yang dibawah pengawasan Erick Thohir selaku Menteri BUMN, Hotlan Purba atau yang akrab disebut Ranjak Talun ini juga dengan tegas mengatakan agar pihak PT KAI dapat bertanggung jawab. Sebab dari data yang berhasil dikumpulkannya, bahwa dalam kurun waktu 3 bulan ini telah terjadi 4 kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa dilokasi tersebut.

“PT KAI harus bertanggung jawab atas insiden semalam yang mengakibatkan ibu dan seorang anaknya berusia 7 tahun tewas dilokasi kejadian serta dua anaknya dirawat di Rumah Sakit, itu keluarga saya. Mengingat dilokasi kejadian tidak ada palang sehingga pengguna jalan tidak mengetahui jika ada Kereta Api yang melintas. Dalam kurun waktu 3 bulan ini saya mendapat laporan sudah terjadi 4 kecelakaan dilokasi itu”, ucapnya.

Lanjutnya, dirinya selaku warga negara yang taat hukum dan ingin mendapat perlakuan hukum yang adil, berharap agar bapak presiden Jokowi Widodo bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir dapat segera merespon. Dan meminta kepada pihak kepolisian agar dapat mengusut kasus ini sesuai hukum yang berlaku serta menangkap Dirut PT KAI karena diduga sudah melakukan pembiaran sehingga mengakibatkan korban jiwa dilokasi yang sama.

“Polisi harus mengusut kasus ini sesuai hukum yang berlaku. Polisi juga harus menangkap Dirut PT KAI karena sudah melakukan pembiaran sehingga keluarga saya menjadi korban dikarenakan pihak PT KAI tidak ada memasang palang dilokasi kejadian itu”, harapnya.

Namun jika PT KAI tidak mengindahkan, Hotlan juga tidak menampik jika dianya bersama dengan beberapa kumpulan massa akan melakukan satu bentuk perlawanan dengan cara memblokade seluruh perlintasan Kereta Api yang ada dilokasi tersebut yang tidak ada pengaman.

“Ya, kami masyarakat yang taat hukum dan ingin mendapat perlakuan hukum yang adil. Jika PT KAI tidak mengindahkannya, maka kami juga akan melakukan satu bentuk perlawanan dengan cara memblokade seluruh perlintasan Kereta Api yang ada disi yang tidak punya pengaman”, tegasnya.

Tak lupa juga Hotlan berharap kepada bapak Presiden Jokowi bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir agar kiranya dapat merespon dan menindak lanjutin sebelum kejadian serupa terulang kembali.

“Semoga bapak presiden Jokowi yang kita kenal sebagai bapak pembangunan Indonesia dan menteri BUMN dapat menanggapi serius atas kejadian yang menimpa keluarga saya semalam. Jangan lagi ada kejadian serupa terjadi kembali”, tutupnya. (FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *