Pemalang – Pa Rohadi adalah seorang pengayuh becak yang sudah 2 tahun mangkal di lampu bang Jo Janoko. saat hari raya tiba, dia selalu sibuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Namun, lebaran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Pa Rohadi, jumlah penumpang yang naik becak sangat sedikit.
Saat berbincang H +2 lebaran di tempat pangkalan nya, Senin (24/04/2023) Pa Rohadi merasa khawatir dan bingung dengan situasi ini. Dia mencoba bertanya kepada beberapa penumpang, dan mereka memberikan jawaban yang sama. Banyak dari mereka lebih memilih di antar dan di jemput keluarganya dengan kendaraan pribadi.
Pa Rohadi merasa kesulitan untuk mencari penumpang, tetapi dia tidak berhenti mencoba. Dia berkeliling ke beberapa tempat, mencari calon penumpang yang membutuhkan jasanya. Kadang-kadang, dia berhasil mendapatkan penumpang, tetapi kadang-kadang juga tidak. Namun, Pa Rohadi tetap semangat dan berusaha untuk tetap bekerja keras.
Meskipun penumpang sepi, Pa Rohadi tetap bersyukur karena setidaknya dia masih bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Sebelum menjadi tukang becak, Pa Rohadi adalah seorang petugas K3 di kecamatan Randudongkal selama 15 tahun. Dia sangat menyukai pekerjaannya saat itu, tetapi 2 tahun yang lalu harus keluar dari pekerjaannya pas musim covid19 dan beliau harus kembali lagi mengayuh becak setelah 15 tahun pekerjaan itu ia tinggalkan untuk menjadi petugas K3 di Kecamatan Randudongkal.
Meskipun sudah tidak bekerja sebagai petugas K3 lagi, Pa Rohadi tetap semangat dan bersemangat menjalani hidupnya. Dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai tukang becak, karena dia bisa bertemu dengan banyak orang dan membantu mereka dalam kegiatan sehari-hari mereka. Meskipun lebaran tahun ini penumpang sepi, Pa Rohadi tetap semangat untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi calon penumpang yang membutuhkan jasanya.(tris)












