banner 325x300
banner 325x300
Kutai Barat

Rifky Desriana Minta Maaf ke Polres Kubar dan UPTD PPA, Janji Tak Mengulangi

49
×

Rifky Desriana Minta Maaf ke Polres Kubar dan UPTD PPA, Janji Tak Mengulangi

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Rifky Desriana kembali menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah unggahan Facebook yang dibuatnya viral dan memicu kegaduhan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Permohonan maaf itu disampaikan di Kecamatan Barong Tongkok, Kamis (6/8/2026).

Dalam pernyataannya, Rifky memperluas permohonan maafnya kepada Polres Kutai Barat beserta jajarannya, Dinas UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kutai Barat, serta seluruh masyarakat Kutai Barat.

“Saya ingin melanjutkan permohonan maaf saya kepada Polres Kutai Barat beserta jajarannya. Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada Dinas UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kutai Barat atas perbuatan saya dan kegaduhan yang telah saya ciptakan di media sosial,” kata Rifky.

Ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

“Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kutai Barat. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang telah saya lakukan dan kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Rifky juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, serta seluruh pengurus adat di Kutai Barat. Ia menegaskan unggahan yang dibuatnya tidak pernah dimaksudkan untuk menyerang ataupun menjelekkan Bupati, pengurus adat maupun instansi lainnya.

Menurut Rifky, unggahan tersebut dibuat karena kepanikan saat menghadapi persoalan pribadi yang dialaminya. Persoalan itu kini telah diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat.

“Semua permasalahan saya sudah dimediasi di Presidium Dewan Adat Kutai Barat. Kami sepakat melanjutkan ke jenjang pernikahan adat yang telah disetujui dan disaksikan langsung oleh Ketua Presidium Dewan Adat,” tuturnya.

Rifky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus adat dan staf Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat yang telah membantu menyelesaikan persoalan hingga tuntas.

“Terima kasih kepada Presidium Dewan Adat kabupaten Kutai Barat yang telah membantu menyelesaikan masalah saya sampai tuntas,” ucapnya.

Sementara itu, Bernad Christian mengatakan polemik yang sempat viral di media sosial berawal dari kesalahpahaman antara dirinya dengan Rifky.

Menurut Bernad, mediasi yang difasilitasi Presidium Dewan Adat menjadi jalan keluar bagi keduanya untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kami bersyukur persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui mediasi. Kesalahpahaman yang terjadi sudah kami selesaikan dan kami sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan adat,” kata Bernad. (Richard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300