Kubar – Cabang olahraga (cabor) golf Kutai Barat (Kubar) saat ini memiliki enam atlet aktif yang rutin mengikuti berbagai kejuaraan. Untuk menjaga keberlanjutan prestasi, pengurus cabor mulai fokus melakukan regenerasi dengan menyasar pelajar SMP dan SMA.
Ketua Cabor Golf Kutai Barat, Rita Asmara Dewi, mengatakan seluruh atlet yang aktif saat ini masih didominasi laki-laki. Pihaknya juga belum memiliki atlet perempuan yang turun di kompetisi.
“Saat ini ada enam atlet aktif yang sudah beberapa kali mengikuti pertandingan. Ke depan kami ingin memperluas pembinaan agar semakin banyak atlet bergabung, termasuk atlet perempuan,” kata Rita disela-sela kunjungan Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, di Lapangan Golf Kompleks GOR Desnan, Barong Tongkok, Minggu (21/6/2026).
Menurut Rita, regenerasi atlet golf sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti. Namun, sosialisasi perlu terus ditingkatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, lebih mengenal olahraga tersebut.
Karena itu, pengurus berencana memperkenalkan golf kepada pelajar tingkat SMP hingga SMA. Program ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang dapat memperkuat Kubar di berbagai ajang olahraga.
“Golf sebenarnya tidak sulit dipelajari. Jika fasilitas terus dibenahi, saya yakin minat generasi muda akan semakin meningkat,” ujarnya.
Di sisi lain, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur terus berjalan. Meski sebagian atlet berdomisili di Samarinda dan Bontang karena pekerjaan, komunikasi dan pemantauan latihan tetap dilakukan melalui grup khusus.
“Kami terus memantau perkembangan latihan atlet. Mereka tetap aktif berlatih di daerah masing-masing dan melaporkan progresnya secara rutin,” katanya.
Rita mengakui fasilitas latihan golf di Kubar masih terbatas. Selama ini para atlet lebih banyak mengandalkan kemampuan sendiri, termasuk dalam penyediaan perlengkapan latihan dan pertandingan seperti stik golf serta bola.
Untuk mendukung pengembangan golf di Kubar, Rita yang juga anggota DPRD Kutai Barat mengaku telah mengusulkan sejumlah fasilitas pendukung pada perubahan anggaran tahun ini. Usulan tersebut meliputi pembangunan tandon air, toilet, peningkatan kebersihan area latihan, hingga sarana pendukung lainnya.
Selain itu, Rita mendukung usulan KONI Kutai Barat terkait kenaikan bonus atlet. Menurutnya, bonus menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras atlet sekaligus motivasi untuk terus berprestasi.
“Perhatian pemerintah melalui bonus atlet sangat penting. Jika dilakukan secara berkelanjutan, atlet akan semakin termotivasi untuk berlatih dan mengharumkan nama daerah,” tegasnya.














