Gunungkidul – Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar kegiatan Bulan Mutu tahun 2026 bertajuk “Ikan Aman, Sehat, dan Bermutu untuk Generasi Bangsa” di Balai Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Sabtu 9 Mei 2026. Acara yang dihadiri ratusan warga Kalurahan Kedungpoh ini menjadi sarana edukasi sekaligus pembagian paket ikan tuna segar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mutu dan keamanan hasil perikanan yang dikonsumsi.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., M.M. dalam sambutannya menekankan bahwa bimbingan teknis Bulan Mutu memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja yang disiplin serta produktif. Ia menyebut tantangan pembangunan ke depan akan semakin dinamis sehingga seluruh elemen masyarakat, termasuk kader di tingkat akar rumput, harus mampu meningkatkan kapasitas diri dan menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga. “Pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa. Desa yang maju akan melahirkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing,” ujarnya. Joko juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto yang dinilai menjadi penyemangat bagi kader dan masyarakat Gunungkidul untuk terus mengabdi pada kemajuan daerah, terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan petani serta nelayan.
Kepala BPPMHKP KKP RI Ir. Ishartini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata mandat KKP dalam menjamin mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan di Indonesia. Sosialisasi diawali dengan edukasi mengenai manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein, vitamin, dan omega-3 yang berperan dalam meningkatkan kecerdasan, mencegah stunting, serta menjaga kesehatan jantung. “Kandungan gizi pada ikan akan bermanfaat optimal jika kita mampu menjaga kesegaran, kualitas, dan cara pengolahannya dengan baik,” jelasnya. Untuk memperkuat pemahaman peserta, BPPMHKP juga menyediakan alat peraga berupa paket produk perikanan yang sehat dan aman dikonsumsi. Sebanyak 1500 warga Gunungkidul terlibat sebagai penerima manfaat dalam program ini sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan sumber gizi dan protein ikan bagi masyarakat.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, S.E. menyoroti besarnya potensi sektor perikanan Gunungkidul baik di wilayah pesisir maupun daratan seperti Nglipar. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya pada produksi, tetapi pada bagaimana menjaga mutu, pengolahan, dan pengemasan agar produk memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas. “Di wilayah seperti Kedungpoh, potensi usaha rumahan olahan ikan sangat besar dan bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga jika dikelola dengan baik,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, Siti Hediati juga menyerahkan bantuan ikan tuna segar masing-masing 3 kg untuk 1500 peserta. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa sektor perikanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komisi IV, kata dia, akan terus mengawal agar program serupa dapat berjalan berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa.
Mungkas M












