Muara Teweh – Seminar Gerakan Cinta Al-Qur’an 2025 menjadi salah satu kegiatan intelektual paling penting dalam rangkaian MTQH ke-XXXIII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Bertempat di Balai Antang Muara Teweh, seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka: Prof. Dr. Mujiburrahman, M.A dan Dr. H. Akhmad Supriadi, M.Si.
Ketua panitia, Fakhri Fauzi, menyampaikan bahwa seminar ini diikuti oleh 300 peserta dari seluruh kafilah 14 kabupaten/kota se-Kalteng. Mengangkat tema “Membangun Generasi Qurani untuk Masyarakat yang Maju, Berkah dan Sejahtera,” kegiatan ini bertujuan menyelaraskan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an di era modern.
Menurut Fakhri, seminar ini krusial dalam menjaga keutuhan ajaran Al-Qur’an sekaligus mempersiapkan generasi Qur’ani yang mampu menghadapi tantangan global, mulai dari moralitas, pemahaman keagamaan, hingga budaya digital.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang membuka kegiatan ini, menegaskan pentingnya mendekatkan masyarakat, terutama generasi muda, pada Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa seminar menjadi ruang diskusi ilmiah dan spiritual untuk memperkaya wawasan Islam moderat, menyejukkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Harapan besar dari seminar ini antara lain:
1. Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
2. Memperkuat sinergi pendidikan, keluarga, dan lembaga agama dalam pembinaan karakter.
3. Mewujudkan pemahaman Islam yang moderat dan mencerahkan.
4. Mendorong pembiasaan membaca dan mengkaji Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Seminar juga menampilkan Naskah Kuno bernuansa Islam sebagai pengingat akan kekayaan intelektual dan spiritual masyarakat Barito Utara.
(Dd)














