Tamiang Layang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur, menyelenggarakan Kegiatan Seminar Hasil Penelitian “Masuknya Islam Di Bartim & Tokoh-Tokohnya”, bertempat di Aula PLHUT Kantor Kemenag Kabupaten Barito Timur, Jalan A. Yani Km. 4 Tamiang Layang, Sabtu, 16 Agustus 2025.
H. Ahmadi, S.Ag., M.A.P., Kepala Kantor Kemenag Bartim membuka secara resmi Kegiatan Seminar ini.
Dalam sambutannya H. Ahmadi mengatakan, saat ini umat muslim berjumlah 54% dari total jumlah penduduk di Kabupaten Barito Timur.
H. Ahmadi juga menjelaskan, perkembangan Agama Islam di Barito Timur cukup pesat. Namun demikian banyak yang belum mengetahui bagaimana masuknya Agama Islam dan siapa saja tokoh-tokoh yang telah berperan dalam penyebarannya.
Kegiatan hari ini merupakan hasil penelitian yang di Seminarkan. Hasilnya diharapkan Sejarah Masuknya Agama Islam di Barito Timur dapat terdokumenkan dalam bentuk produk buku sehingga sejarahnya tidak hilang dan sejarah ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, jelasnya lebih lanjut.
Senada dengan H. Ahmadi, Ketua MUI Bartim, Drs. H. Aspihani, M.Pd. menyampaikan bahwa, Seminar hari ini adalah Seminar akhir penelitian tentang masuknya agama Islam di Barito Timur. Seminar ini merupakan kelanjutan dari Seminar-Seminsr penelitian yang sebelumnya telah dilakukan.
Tujuan dari seminar ini adalah untuk mendalami & mendokumentasikan sejarah masuknya Islam serta tokoh-tokoh yang berperan di Barito Timur, ucap H. Aspihani.
Disini kita minta pendapat, kritik dan saran untuk perbaikan-perbaikan sebelum diterbitkan menjadi buku, karena itulah Tim Peneliti mengundang dan menghadirkan di acara Seminar hari ini tokoh-tokoh agama, keturunan tokoh-tokoh yang berjasa dalam penyebaran Islam, jajaran Pengurus MUI, Penulis Sejarah Suku Dayak Maanyan dan Berdirinya Kabupaten Bartim dan beberapa peserta yang turut membantu kami melakukan penelitian-penelitian lapangan, ujar H. Aspihani.
Prof. Dr. H. Abdul Helmi, S.Ag, M.Ag, Dosen Pada Institut Agama Islam Palangkaraya sekaligus Koordinator Tim Peneliti yang menjadi Narasumber utama di Acara Seminar ini mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan Peserta Seminar. Komunikasi dialog berjalan 2 arah sehingga tercapai kesimpulan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan.
(Yandi/Yuliana/Wahyudin).










