Tamiang Layang – Rabu, 18 Juni 2025, Tim Peneliti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Barito Timur. mengunjungi Desa Tampu Langit, yaitu salah satu desa di kecamatan Paju Epat untuk melakukan penelitian lapangan tentang masuknya Islam di Barito Timur, Rabu
Fokus utama penelitian adalah mengumpulkan data dan mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci yang berperan dalam penyebaran Islam di Barito Timur. Kemudian, menelusuri jalur penyebaran yang digunakan, seperti perdagangan, perkawinan, dakwah, dan politik.
Ketua MUI, Aspahani menyatakan bahwa melalui kunjungan ini diharapkan dapat mengumpulkan data yang komprehensif penyebaran Islam,melakukan observasi langsung serta wawancara dari berbagai pihak.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Tugas MUI yaitu mengadakan penelitian terhadap berbagai aspek kehidupan umat Islam, termasuk kajian mendalam, penelitian, dan pengembangan, ucapnya.
Hasil penelitian di Desa Tampu Langit menemukan puing-puing bangunan Kerajaan Napu Langit yang diperkirakan lenyap sebagian karena tenggelam di sungai.
Selain itu, ada juga cerita tentang Raja Napu Langit yang memeluk agama Islam, seperti Pangeran Sarinata atau Raja Uriya Napu Langit, Pangeran Sata Manggala yang kemudian dikenal sebagai Gusti Supak. Penemuan ini menimbulkan banyak pertanyaan. Siapa yang mengislamkan Raja Napu Langit tersebut? Mengapa Istana ini ditinggalkan?, ungkapnya.
MUI juga menyoroti Balai Hakey, sebuah bangunan yang diduga berdiri sejak tahun 1810 di Desa Murutuwu, dipersiapkan oleh suku dayak Ma’anyan untuk masyarakat Muslim.
Turut kelapangan mendampingi Tim Peneliti MUI adalah Setiawan dan Roni Suryadi, Penasehat dan Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Barito Timur (Yuliana).










