PALANGKA RAYA — Pembangunan Gereja Maranatha di Jalan Diponegoro, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menargetkan pembangunan tersebut dapat diselesaikan sehingga peresmian bisa dilaksanakan pada Desember 2026. 24/10/2026.
Capaian ini menjadi tahap penting dalam penyelesaian pembangunan rumah ibadah yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi umat Kristiani dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan pentingnya koordinasi seluruh pihak terkait agar pekerjaan yang masih tersisa dapat diselesaikan sesuai jadwal, tanpa mengabaikan kualitas dan keamanan bangunan.
“Dengan progres pembangunan yang sudah mencapai sekitar 90 persen, kita berharap pekerjaan yang tersisa dapat segera dituntaskan. Targetnya, pada Desember 2026 Gereja Maranatha ini sudah bisa diresmikan. Karena itu, mari kita kawal bersama penyelesaiannya agar hasilnya baik dan dapat dimanfaatkan oleh umat,” demikian ucap Gubernur Kalteng.
Maranatha bukan semata-mata menghadirkan bangunan fisik, melainkan juga menyediakan tempat bagi umat untuk beribadah, mempererat persaudaraan, serta melaksanakan kegiatan keagamaan dengan lebih nyaman.
Di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah, keberadaan rumah ibadah yang memadai diharapkan turut memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan antarumat beragama.
Pemerintah dan pihak pelaksana pembangunan diharapkan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Pemeriksaan kualitas konstruksi dan kelengkapan fasilitas juga perlu dilakukan sebelum gereja diresmikan dan digunakan secara penuh.
Dengan target peresmian pada Desember 2026, penyelesaian pembangunan Gereja Maranatha kini menjadi perhatian bersama. Masyarakat berharap rumah ibadah tersebut dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi umat serta kehidupan sosial di Kalimantan Tengah. (Khairuddin)














