KUBAR – Seorang warga Kampung Sangsang, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Iyan, mengaku lahannya diduga diserobot oleh PT Diva Kencana Borneo (DKB). Lahan yang berada di RT 1 tersebut, menurutnya, telah lama dikelola dan menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Iyan mengatakan, lahan itu telah ditanami berbagai tanaman produktif seperti rambutan, cempedak, durian, dan rotan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
“Tanah itu sudah lama saya kelola. Di sana ada pohon rambutan, cempedak, durian, dan rotan yang hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Tanah itu juga memiliki surat kuno yang sudah diakui sejak zaman dahulu,” ujar Iyan kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengaku kecewa karena aktivitas perusahaan diduga telah merusak lahan miliknya tanpa adanya pemberitahuan dan penyelesaian. Menurutnya, keberadaan lahan tersebut memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi aset keluarga yang telah dikelola secara turun-temurun.
Iyan berharap PT Diva Kencana Borneo dapat bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi dengan memberikan ganti rugi kepada para pemilik lahan, termasuk kompensasi atas titik bor yang berada di atas lahan masyarakat.
“Kami berharap perusahaan bisa membayar kerusakan lahan dan titik bor kepada para pemilik lahan, supaya sama-sama mendapatkan hasil dan persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Diva Kencana Borneo (DKB) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyerobotan lahan tersebut.














