banner 325x300
banner 325x300
Kota Metro

BPS Catat Kota Metro Alami Inflasi 3,07 Persen Urutan Ketiga Tertinggi di Provinsi Lampung

85
×

BPS Catat Kota Metro Alami Inflasi 3,07 Persen Urutan Ketiga Tertinggi di Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini

‎METRO, — Badan Pusat Statistik (BPS) Metro mencatat inflasi tahunan atau
‎year on year (y-on-y) Kota Metro pada Juni 2026 sebesar 3,07 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Metro tercatat sebesar 0,29 persen.

‎Kepala BPS Kota Metro, Arum Purbowati mengatakan bahwa, Inflasi Kota Metro masih berada dalam rentang sasaran Inflasi nasional yang telah ditetapkan Pemerintah.

‎“Inflasi tahunan Kota Metro pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,07 persen. Angka tersebut menempatkan Kota Metro pada urutan ketiga tertinggi di Provinsi Lampung. Sebagai pembanding, inflasi
‎tahunan nasional tercatat sebesar 3,34 persen,” ujar Arum, dalam keterangan rilis, pada Senin 6 Juli 2026.

‎Arum menjelaskan bahwa, 4 Kabupaten/Kota IHK di Provinsi Lampung, berdasarkan perkembangan harga dari hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen ada bulan ini Juni, kabupaten/kota mengalami Inflasi.

‎“Adapun Kabupaten/kota yang mengalami Inflasi tertinggi adalah Kabupaten Lampung Timur dengan nilai rata-rata kenaikan harga sebesar 0,90
‎persen, menyusul Kabupaten Mesuji dengan nilai rata-rata kenaikan
‎harga sebesar 0,72 persen, selanjutnya Kota Bandar Lampung mencatatkan angka sebesar 0,38 dan Kota Metro mencatatkan angka paling rendah pada bulan ini yaitu sebesar 0,29 persen,” jelasnya.

‎Arum mengungkapkan bahwa, Inflasi pada bulan ini antara lain dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, yang mengikuti
‎penyesuaian harga berdasarkan perkembangan harga minyak dunia
‎dan nilai tukar rupiah.

‎Selain itu, kenaikan harga bawang putih turut memberikan andil terhadap inflasi. Sebagai komoditas yang sebagian besar pasokannya berasal dari impor, perubahan harga dan biaya distribusi memengaruhi harga bawang putih di tingkat konsumen di Kota Metro.

‎“Dengan arakteristik Kota Metro sebagai wilayah perdagangan dan jasa yang
‎bergantung pada pasokan dari daerah lain, perubahan harga pada
‎komoditas strategis tersebut relatif cepat tercermin pada perkembangan
‎inflasi daerah. Secara umum, inflasi bulan Juni dipengaruhi oleh penyesuaian harga pada beberapa komoditas yang memiliki peranan penting dalam pola
‎konsumsi masyarakat Kota Metro,” ungkapnya.

‎Arum menambahkan, Jika dibandingkan
‎dengan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya, angka inflasi
‎tahunan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan tahun 2024 dan 025.

‎“Meskipun demikian, tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang
‎sasaran inflasi nasional yang ditetapkan pemerintah, yaitu 2,5 persen ± persen, sehingga stabilitas harga di Kota Metro masih relatif terjaga,” tuturnya. (Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300