Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan pentingnya peran perempuan dan keluarga sebagai pilar utama pembangunan daerah saat melantik pengurus Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Pokja Bunda PAUD, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Utara.
Pelantikan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara, Minggu (08/02/26).
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab besar untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui peran perempuan, keluarga, dan masyarakat.
“Keempat organisasi ini memiliki peran yang sangat strategis dan saling melengkapi. Pembangunan karakter bangsa dimulai dari keluarga, pendidikan, lingkungan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila. Ibu-ibu yang hadir hari ini adalah sosok penentu masa depan Barito Utara agar menjadi daerah yang lebih maju,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh perencanaan program serta pengelolaan anggaran yang baik.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Barito Utara saat ini termasuk tiga besar daerah dengan anggaran terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah, yakni sekitar Rp4 triliun.
“Buatlah program kerja yang baik, terarah, dan realistis dengan anggaran yang tersedia. Gunakan anggaran secara efektif, efisien, terukur, dan akuntabel,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Shalahuddin menekankan pentingnya semangat kerja cepat melalui program “Gaspol” agar setiap program yang dijalankan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan masyarakat harus dijawab dengan kinerja nyata dan hasil yang jelas.
Ia juga mendorong seluruh organisasi untuk terus berinovasi dalam menjalankan program kerja.
“Mari kita berinovasi dan capai keberhasilan dengan semangat kebersamaan. Perubahan yang kami gaungkan adalah mempertahankan yang sudah baik dan menyempurnakan yang belum baik,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan sebuah filosofi tentang pentingnya perubahan karakter.
“Filsafat Tiongkok menyebutkan bahwa mengubah karakter lebih sulit daripada memindahkan sebuah gunung. Karena itu, mari kita terus belajar dan berbenah, sebab tidak ada yang sempurna selain Allah SWT,” pungkasnya. (Dd)














