banner 325x300
banner 325x300
DaerahPringsewu

Proyek SPAM Podosari Diduga Bermasalah, Galian Semrawut Hingga Rusak Drainase, Air Tak Mengalir

42
×

Proyek SPAM Podosari Diduga Bermasalah, Galian Semrawut Hingga Rusak Drainase, Air Tak Mengalir

Sebarkan artikel ini

Pringsewu – Pengerjaan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, diduga mengalami kesalahan teknis dan pelanggaran di lapangan. Pekerjaan penggalian disebut dilakukan secara acak-acakan dan semrawut, bahkan berada di bawah saluran drainase, serta merusak fasilitas umum yang sebelumnya telah dibangun.
.
Proyek SPAM tersebut diketahui memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.358.900.000,00 dengan nilai kontrak Rp1.324.399.847,91. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Nur Kencana Abadi di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pringsewu.
.
Akibat pekerjaan yang dinilai tidak tertib tersebut, warga di Perumnas Podomoro Indah mengeluhkan kebocoran pipa dan tidak mengalirnya air hingga saat ini. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan karena proyek air bersih justru tidak memberikan manfaat nyata.
.
Menanggapi keluhan warga, Panca Wibiwanto Kadus 03 Pekon Podosari, Sabtu, 24/1/2026,kepada media Haluan Indonesia mengatakan, bahwa, pihaknya sebagai pamong pekon telah melaporkan permasalahan tersebut kepada PDAM Pringsewu.
.
“Sebagai pamong, kami sudah menyampaikan laporan ke PDAM Pringsewu. Banyak laporan dari warga Dusun 03 terkait kebocoran dan air yang tidak mengalir di Perumnas Podomoro Indah,” ujar Panca Wibawanto.
.
Ia menjelaskan, keluhan warga terus berdatangan sejak proyek dinyatakan selesai secara fisik, namun hingga kini persoalan kebocoran belum sepenuhnya diselesaikan.
.
Wawan berharap agar pihak pelaksana proyek segera bertanggung jawab dan melakukan perbaikan menyeluruh.
.
“Kami berharap kebocoran ini cepat diselesaikan, supaya air bisa mengalir dan bisa dimanfaatkan warga Perumnas Podomoro Indah,” ujarnya.
.
Warga menilai kondisi galian yang semrawut serta rusaknya fasilitas umum mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan proyek. Mereka mendesak agar CV Nur Kencana Abadi selaku pelaksana bertanggung jawab penuh selama masa pemeliharaan, sebelum proyek SPAM tersebut diserahkan dan dioperasikan secara normal.

Kasus proyek SPAM di Pekon Podosari ini kembali menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai peringatan keras agar setiap proyek infrastruktur dasar di Kabupaten Pringsewu benar-benar dikerjakan sesuai standar teknis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(R17@l)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300