DaerahWay Kanan

Tanpa Support dari Sekolahnya, Silva Berhasil Juara Tiga

128
×

Tanpa Support dari Sekolahnya, Silva Berhasil Juara Tiga

Sebarkan artikel ini

Way Kanan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Way Kanan. Silvana Alfarica, siswi SMAN 1 Blambangan Umpu, sukses meraih Juara III dalam ajang Lomba Baca Puisi Esai Tingkat Provinsi Lampung yang digelar di Nuwa Baca Zainal Abidin, Pagaralam, pada 14 Agustus 2025.

Ironisnya, kemenangan Silvana tidak sedikit pun mendapat dukungan dari pihak sekolah. Mulai dari pendaftaran, biaya akomodasi, hingga pendampingan, semuanya ditanggung penuh oleh komunitas seni TITIK Project, tempat Silvana aktif berproses.

Padahal, lomba ini bukan kompetisi biasa. Dengan total 30 peserta dari SMA/MA dan mahasiswa se-Provinsi Lampung, serta penyelenggaraan yang bekerja sama dengan Lamban Sastra dan Denny JA Foundation, ajang ini menjadi sejarah baru karena merupakan lomba baca puisi esai pertama di Indonesia dan rencananya akan menjadi agenda tahunan.

Silvana tampil memukau dengan penghayatan puisinya hingga berhasil mencuri perhatian dewan juri. Ia pun berhak membawa pulang hadiah berupa piala, piagam, uang tunai, dan buku puisi.

Namun, di balik prestasi tersebut, terselip kritik keras terhadap sikap sekolah yang dinilai abai terhadap siswa berprestasi.

Narno, master program di komunitas TITIK Project yang mendampingi Silvana sejak awal, menuturkan “Sebenarnya sudah kami arahkan Silva untuk meminta dukungan dari pihak sekolah, tapi dirinya enggan. Karena menurutnya sudah sering ada perlombaan di tingkat provinsi yang membawa nama sekolahnya, tapi tidak pernah di-support. Kami sebagai sanggar seni mau tidak mau harus mensupport, karena kami punya tanggung jawab moral sebagai guru,” ungkapnya, mingu (17/8/2025).

Narno juga menambahkan, sangat disayangkan pihak sekolah tidak memberikan perhatian, padahal perlombaan tersebut membawa nama besar SMAN 1 Blambangan Umpu di tingkat provinsi.

“Support itu kami mulai dari membayar biaya pendaftaran Rp50.000, tiket keberangkatan beberapa orang, makan dan minum selama disana hingga penginapan. Yang lebih miris lagi, selama tiga hari kami hanya bisa menumpang di salah satu tempat mahasiswa teman kami di sana. Tiket pulang dan akomodasi lain pun sanggar kami yang menanggung. Semoga ini menjadi yang terakhir kali sekolah lepas tangan atas prestasi anak didiknya,” tegas Narno.

Keberhasilan Silvana membuktikan bahwa bakat dan prestasi tidak bisa dibendung meski minim dukungan. Namun, absennya peran sekolah dalam mendukung siswa berprestasi tentu menjadi catatan serius bagi dunia pendidikan.

Sekolah seharusnya menjadi rumah yang menumbuhkan dan merawat talenta, bukan sekedar menunggu nama harum siswanya tercatat di panggung prestasi. Karena tanpa dukungan nyata, penghargaan bagi sekolah hanyalah “numpang nama” dari keringat dan perjuangan siswanya sendiri.

Berikut data pemenangnya:

Juara 1: Sera Trahela, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Lampung Utara.

Juara 2: Muhammad Syahid Al Haqi, Siswa SMAN 9 Bandar Lampung.

Juara 3: Silvana Alfarica, Siswi SMAN 1 Blambangan Umpu, Way Kanan

Pasca upacara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani dan Wagub Jihan Nurlela menyerahkan hadiah kepada pemenang 1 sd 3 Lomba Baca Puisi Esai tersebut Minggu 17 Agustus 2025 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300