Kutai Barat

HUT Kampung Sumber Sari ke-61, Meriahkan dengan Pergelaran Benda Pusaka Bersejarah

415
×

HUT Kampung Sumber Sari ke-61, Meriahkan dengan Pergelaran Benda Pusaka Bersejarah

Sebarkan artikel ini

KUBAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61, Kampung Sumber Sari menggelar pergelaran benda pusaka di Balai Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Rabu (2/7/2025).

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyambut positif kegiatan ini karena menjadi yang pertama kalinya digelar di tanaa purai ngeriman. Menurutnya, pergelaran pekan suro yang menampilkan ragam pusaka lokal tersebut sangat bernilai dalam pelestarian budaya daerah.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan. Pemkab Kutai Barat akan mendukung penuh setiap upaya pelestarian benda pusaka, karena ini bagian dari jati diri dan warisan budaya kita,” ujar Bupati Frederick.

Salah satu tokoh nasional yang turut hadir, Basuki Teguh Yuwono, Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Kementerian Kebudayaan dan Republik Indonesia, menekankan nilai filosofis pusaka tradisional, khususnya Mandau.

“Mandau bukan sekadar senjata, tetapi mengandung nilai luhur seperti kesyukuran, rasa hormat, tanggung jawab, dan jiwa kesatria. Nilai-nilai ini selaras dengan semangat bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kutai Barat, Yurang, mengungkapkan kebanggaannya terhadap kesuksesan acara ini. Ia menilai, pameran yang diinisiasi oleh Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar tersebut mampu membangkitkan semangat pelestarian warisan budaya lokal.

“Ini langkah awal yang sangat baik. Ke depan, kami berharap pameran seperti ini dapat digelar lebih besar dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta komunitas pelestari budaya lainnya,” ujar Yurang.

Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar, dr. Waluyo, menjelaskan alasan penyelenggaraan pameran benda pusaka bertepatan dengan HUT Kampung Sumber Sari. Menurutnya, hal itu menjadi momen tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

“Kami berasal dari komunitas pecinta pusaka, dan ingin menghidupkan semangat menjaga serta mewariskan budaya kepada generasi mendatang,” jelas dr. Waluyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300