Aceh Tenggara – Di hari pertama setelah dilantik sebagai Pj Bupati Aceh Tenggara, Taufik, ST, M.Si langsung melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah terdampak banjir di beberapa kecamatan pada Minggu (13/10/2024). Kunjungan tersebut turut dihadiri Kapolres Aceh Tenggara, AKBP R. Doni Sumarsono, perwakilan Dandim 0108, Kalaksa BPBA Teuku Nara Setia, serta perwakilan dari BNPB, Kementerian Sosial, dan pejabat daerah lainnya.
Taufik mengapresiasi kesigapan berbagai instansi, termasuk BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, yang telah mendirikan posko pengungsian, dapur umum, serta upaya normalisasi tanggul yang jebol. “Saya langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi tanggul yang rusak, posko, serta pelayanan kesehatan,” jelas Taufik.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, melaporkan bahwa 58 desa di 13 kecamatan terdampak banjir, dengan 4.004 jiwa terdampak, 7 rumah rusak berat, 2 rusak sedang, dan 5 rusak ringan. Upaya normalisasi tanggul dilakukan dengan mengerahkan 4 ekskavator dan menetapkan status tanggap darurat banjir.
Banjir yang terjadi sejak Kamis (10/10/2024) disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan meluapnya beberapa sungai, termasuk Sungai Lawe Kinga dan Sungai Lawe Alas, yang mengakibatkan jebolnya tanggul dan terganggunya akses jalan Kutacane-Medan di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel.
Akibat jebolnya tanggul di beberapa desa, lahan perkebunan, pertanian, dan perikanan warga rusak berat. Selain itu, jembatan gantung di Desa Jambur Mamang juga hanyut terbawa arus. (MTI)






