Menerobos Tradisi Gunung Arjuno, Pembibitan Kelapa Merah

Tak Berkategori35 Dilihat

Purwosari Pasuruan.Kamis, 4 Januari 2024 – TRADISI adalah respon pilihan yang terbaik dari para orang tua, tetua dan Para Leluhur Jiwa Mulia Kita terhadap realita hidup kehidupan ini, yang mereka sudah alami, sepakati dan dijadikan menjadi kebiasaan yang turun temurun, demi mereka menjadi Wakil Tuhan Sang Pencipta di Bumi Alam Semesta Raya ini adaNya.

Kali ini, ukuran Kita dalam keputusan berkesadaran jiwa agung untuk Menerobos Tradisi adalah Situasi Kondisi Hutan Gunung Arjuna yang sangat memprehatinkan, semakin banyak pohon pohon besar dan langka, mati tumbang diracuni oleh para oknum yang sudah tertutup kesadarannya,

serta sejauh ini belum dilakukan upaya bersama dan massif untuk menanam kembali serta menata ulang aliran arus air hujan di lereng dan lembah Gunung Arjuno Jawa Timur, dalam situasi kondisi terkini tersebut.

karenanya bisa Kita nalar logika secara akal sehat budi pekerti luhur, dengan situasi kondisi Gunung Arjuno tersebut jika pada saat peristiwa terjadinya kedatangan curah hujan, yang sangat besar dan derasnya bisa mencapai debit curah air hujan yang berjam jam, punya pontensi peluang untuk bisa dan pasti terjadi bencana tanah longsor.

*Dasar Kita Dalam Berkesadaran Untuk Bertindak dan Bertindak Berkesadaran adalah :*

*Dasar Pertama dan Utama*

*Kita Menjadi Berjalan Bersama Alam*

Sesudah dapat dawuh dan petunjuk dari.sesepuh, leluhur dan diterjemahkan secara langsung, maksud tujuannya oleh Pertapa Resi Hanoman Penggugah Jiwa, Eyang Heru Cokro.Damarasih almarhum pada Tahun 2003 di Dusun Tambak Watu Desa Tambak Sari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, di Lembah Lereng Gunung Arjuno.

Maka pada Tahun 2003 hingga Tahun 2010. Kita bersama sama dengan seluruh Jajaran Yayasan Abdillah Lawang, dimana Kita menjabat sebagai Ketua Divisi Lingkungan Hidup dan Tanaman Obat, Yayasan Abdilah dengan Motto “Mencintai Sesama Yang Hidup.dan Menyayangi Sesama Yang Tumbuh”, Kita dalam kurun.waktu selama berjalannya alam 7 tahun tersebut.

Kita telah berhasil menanam dan mengumpulkan 1001 Jenis tanaman dari golongan rumput, perdu, empon empon, tanaman hias, kaktus, anggrek, hingga tanaman buah, bamboo, bunga, sampai tanaman Pohon Kayu Keras, dan Tanaman Langka, untuk media herba, dalam Sistem Pengobatan Holistik Terpadu Terintegrasi Negara Republik Indonesia Masa Kini dan Massa Depan.

Berlatar belakang Perkara Potensi Tanaman Obat Indonesia, Materia Medica Indonesia, Tanaman Nusantara, Modern Kuno Klasik, untuk Piranti Budaya Peradaban Nusantara Jaya Indonesia Raya.

*Dasar Kedua Adalah Fundamental Pupuk Organik*

Pada Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2017. Kita BSN Bamboo Spirit Nusantara terus ajeg tetap giat tekun rajin belajar, praktek dan mencari cara mengembangkan Pupuk Organik Berbasis Berjalan Bersama Alam,

dan mulai buka praktek pada awalnya di Nanggulan dan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo DIY, Jawa Tengah dan selanjutnya di Jawa Timur, Khususnya di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, Boro Batu serta BumiAji Lembah Gunung Arjuno, dari Tahun 2017 hingga 2024 awal tahun ini, dan seterusnya Kita tekuni praktek serta aplikasinya semakin kuat bermanfaat dan berfungsi berjalan bersama alam, Kita kembangkan.

*Dasar Ketiga : Soko Guru Buku Alam*

Tuhanlah yang merupakan Maha Raja Sastra Alam Jagad Raya.

SAS TRA adalah bunyi SAS atau SIS yang merupakan Bunyi Suara yang keluar dari rongga dada keluar mulut Kita Manusia, yang sudah di Tera atau di Tara, di cap diucapkan sesuai wujudnya yang ada, artinya ada bunyi dan ada wujudnya,

maka seyogyanya seluruh alam raya beserta segala isinya, yang sudah diwujudkanNya adalah bentuk sas tra yang nyata (Pujangga Lembah Gunung Arjuna).

*Kejadian Peristiwa adalah Awal Mula SASTRA*

Seyogya terbukalah segenap kesadaran badan, pikiran, jiwa dan ruh Kita perkara Realita Alam Raga Manusia Kita ini.

Maka ucapan bunyi atau kata kalimat *berjalan bersama alam* jelas menjelaskan merupakan bentuk wujud SAS TRA Kenyataan yang sesungguhnya, sehingga bisa ditunjukkan juga bahwa di dalam seni adat budaya tradisi spiritual JAWA ada ungkapan ” yen hono uni yo ono wujude, kalau ada bunyi, suara ya ada wujudnya”

Dalam bahasa dan bahasan al kitab, alam kitab, disebutnya *pada mulanya firman atau pada mulanya bunyi, pada mulanya bunyi*

Di Kitab Weda disebut dengah sangat jelas perihal *kamulyaning ring sabda*, pada mulanya adalah Sabda, Ucapan, Bunyi, Suara. (baca : buku Reinkarnasi Budaya, Maha Bajra Sandhi, Ida Wayan Oka Granoka GONG red.).

*Spirit Menjadi Menerobos Tradisi* :

Sesudah kedatangan kawan kawan lama, dalam hidayah berkah hikmahNya, berupa jaringan komunikasi kerja alam dan jaringan komunikasi informasi alam dari relasi Yayasan Abdilah Lawang, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, untuk berkolaborasi dalam berpikir, berucap dan bertindak : yang merupakan 3 Pilar Budaya Peradaban Manusia di Bumi Ini,

dalam bersama sama, bertahap, berproses dan berjejang, untuk menyikapi situasi kondisi Gunung Arjuno Jawa Timur,

dalam wujud dan perwujudan panggilan hati nuraini, untuk terpanggil, terlibat aktif, berperan serta secara langsung.

Untuk keasrian, fungsi utama dari Gunung Arjuno seutuhNya dan Gerak Gerakan Pergerakan Penghijauan Gunung Arjuno (2/1/2024).

Kita berempat, yaitu Moko, Munip, Agus Sholeh dan Guntur Bisowarno, bergerak serentak ke Pusat Pembibitan Tanaman Organik di Taman Kunti, Put Kertosari Kecamatan Purwosari Pasuruan,

untuk berkolaborasi, berkoordinasi dalam bangkitnya, Kesadaran Jiwa Agung, kesadaran tindakan dan tindakan sadar untuk Gerak Gerakan Pergerakan Penghijauan Lembah Gunung Arjuna,

akhirnya Kita berlima sepakat di mulai dengan kolaborasi bersama sama, dengan mengawalinya memilih menggunakan bibit tanaman Kelapa Merah atau biasa juga disebut dengan Pohon Palem Putri.

Sesudah matang rancangan tindakan bersama Kita tersebut, 2/1/2024.

*Menjadi Terjadi Terobosan Tradisi Gunung Arjuno Jawa Timur*

Kita langsung eksekusi eksen mengambil bibit tanaman Kelapa Merah Palem Putri di Taman Kunti tersebut, untuk di pindahkan dari Taman Kunti ke tempat perawatan dan perapihannya, dari Taman Kunti Kertosari ke Griya NANDURO, di Tejosari Tejowangi, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Purwosari Pasuruan Jawa Timur.

Kamis, 4 Januari 2024, Kita mulai eksekusi bibit Kelapa Merah Palem Putri, sesudah polibagnya datang, dari sumbangan donatur dari Lawang, melalui Munip, sehingga Agus Sholeh Tejowangi yang sudah membersihkan dan merapihkan tiap batang pohon bibit Kelapa Merah Palem Putri, sehari sebelumnya 2 dan 3 Januari 2024, segera memasukkannya ke wadah polibag ukuran 15 dan 10, sesudah media tanam bibit pohon Kelapa Merah Palem Putri, didatangkan dari pengambilan limbah media petani jamur, yang diambil oleh Guntur Bisowarno dari Koordinasi dengan Put Kertosari Jarwo, Pai dan Mulyono, selaku Pengusaha Petani Jamur, untuk penyesuaian bibit yang sempurna.

Kamis, 4 Januari 2024, Kita juga berhasil koordinasi dengan Agus Kariyadi, Pendiri TAGANA, Taruna Siaga Bencana, di rumahnya di Perumahan Bukit Mentari, Kertosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, untuk langkah berjalan bersama alam dalam Gerak Gerakan Pergerakan Penghijauan Gunung Arjuna, dengan tanaman awal adalah bibit tanaman pohon Kelapa Merah, Palem Putri.

*Menjadi Menerobos Tradisi: Kerjasama Antar Desa.*

Tradisi Limbah Petani Jamur di Kawasan Kelurahan Kertosari Kecamatan Pasuruan Jawa Timur, yang biasanya di buang begitu saja, menjadi bermanfaat dan berguna untuk Gerak Gerakan Pergerakan Penghijauan dari Para Jajaran Relawan, yang di support oleh Bamboo Spirit Nusantara.

Ini terjadi dan menjadi sejarah budaya peradaban baru dari Lintas Desa, Lintas Kecamatan dan Lintas Kabupaten, Khususnya perihal Pembibitan Kelapa Merah, Palem Putri untuk Gerak Gerakan Pergerakan Penghijauan Gunung Arjuno Jawa Timur.

Menerobos Tradisi : Memulainya dengan Bibit Pohon Kelapa Merah Palem Putri.

Menjadi Sehat, Bahagia dan Harmoni

Gunung Arjuno memanggil siapapun yang terpanggil dari arah manapun dan berasal dari daerah belahan bumi di manapun berada, adaNya.

Penulis : Guntur Bisowarno ( Ketua Bamboo Spirit Nusantara)

Mitra Eksen : Agus Sholeh, Moko, Munip, Put.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *