Hikmah Delegasi PNPG, Jeni Makarim, di Vihara Maitreya Denpasar

Tak Berkategori54 Dilihat

Bali Denpasar, 3 Januari 2024 – Kunjungan hari ke 2/(dua) Pengurus pusat Perempuan Nusantara Pemersatu Generasi (PNPG ) ke Bali berlokasi di Denpasar, tepatnya di Vihara Budha Maitreya, 29 Desember 1923,

sesudah sehari sebelumnya, telah terlaksana sejarah baru, yaitu Deklarasi PNPG (Perempuan Nusantara Pemersatu Generasi): melakukan Deklarasi PNPG di Pasar kreneng, Denpasar, 28 Desember 2023.
Yang dihadiri oleh adik ibu Atikoh, Jeni Makarim dan caleg Perindo DPR-RI Eka Mahardika dan caleg Perindo DPRD Bali Hermin.

Kunjungan ini dilakukan oleh PNPG, bersama Pimpinan Delegasi dari Jakarta dengan pimpinan Bapak Jeni Makarim, sebagai Perwakilan, Ibu Atikoh, Isteri Ganjar Pranowo.

Kedatangan Delegasi Disambut oleh ketua Yayasan Vihara Maitreya di Jalan Gn soputan Denpasar Bali, Pandeta Adi Lim beserta jajaran pengurus yayasan.

Rombongan Delegasi yang dipimpin oleh Bapak Jeni Makarim mengagumi arsitektur pembangunan Vihara yang sakral dan membawa pesan pesan yang bermakna lewat pahatan disetiap dinding bangunannya.

Dalam tampak pandang pada bagian luar itu menggambarkan tokoh tokoh Dewa Dewi Hindu dan kehidupan masyarakat Bali khususnya dan ini bentuk penghormatan pada masyarakat bali yang mayoritas beragama hindu .
Prinsip dimana bumi dipijak langit dijunjung ditrapkan di gedung vihara Budha ini, yang didalam adalah tempat pemujaan umat Budha dengan simbol simbol pemujaanNya serta makna filosofi di dalam dan dibaliknya. Pahatan full didinding dikerjakan oleh pemahat bali yang profesional dalam waktu dua tahun.

Guidenya yang menerangkan secara rinci dan sarat makna tersurat dan tersirat tersebut disampaikan sendiri oleh Pendeta Adi Lim selaku ketua yayasan pada rombongan jeni Makarim adik kandung ibu Atikoh, isteri Ganjar Pranowo, Calon Ibu Negara.

*Peneguhan Hikmah Peran Ibu, Guru dan Petani adalah Tonggak Budaya Peradaban*

Diterangkanlah dalam agenda ini peran alam dengan manusia.

Peran seorang Ibu, Petani dan guru dijelaskan sebagai kedalaman syarat akan makna proses harmonisasi dan umat manusia di dunia, itu semua pada hakekatNya adalah satu keluarga.

Inti penjelasan Beliau dititik beratkan pada nilai-nilai luhur budi pekerti.

*Ada Hikmah Sesi Khusus Dialog Dialog*

Setelah itu ada sambutan istimewa dari perwakilan generasi milenial yang bernyanyi 3 lagu rohani, yang membuat pendengarnya terharu oleh syairnya. Syair dibuat oleh sesepuh vihara di Taiwan yang sudah meninggal dunia.

Bahwa sejarah dan kejadian hari ini terjadi juga berkat perjuangan serta cinta kasih sayang para pendahulu, para leluhur Kita, para orang tua Kita adaNya.

*Hikmah Puncak Acara Perjamuan Agung*

Barulah semua dijamu makan siang di LN Fortunate Coffee dengan menu vegan yang lezat.

Ini juga merupakan rasa pengalaman yang pertama kali bagi tim Bapak Jeni Makarim dan pengurus Perempuan Nusantara Pemersatu Generasi,

yaitu bisa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha ESA, dengan bisa menikmati menu vegan, yang sungguh berkesan dan dengan tidak menyisakan sebutir nasipun dipiringnya, sebagai bentuk penghargaan pada petani selain juga memang makanan yang tersaji itu lezat,

semakin bisa merenungkan, adanya pulau terbanyak penduduknya se dunia, adalah Pulau Jawa, dengan penduduknya 150 juta, misalkan sehari butuh 1 ons BERAS per orang untuk makan, maka sehari Pulau Jawa membutuhkan 15 Juta Ton BERAS perhari, bayangkan kalok 3 ons, per hari, maka butuh 45 Juta Ton Beras Per hari, dan itu sudah berjalan hingga hari ini, dari mana hadirnya beras sebanyak itu, kalau bukan *Berjalan Bersama Alam* dan di sediakan oleh Tuhan Yang Maha ESA.

Kitapun diberi minuman coffee Kintamani jenis Arabica khusus racikan barista Pandita Adi Lim.

*Hikmah Sambutan Pimpinan Delegasi*

Bapak Jeni Makarim memberikan sambutan di Vihara Maitreya Denpasar Bali.

Isinya a.l
Terharu atas sambutan dari jajaran pengurus Yayasan Maitereya dibawah pimpinan Pandita Adi Lim yang penuh kekeluargaan dan membawa pesan penting yang akan disampaikan pada Ibu Atikoh,

agar Ibu tetap dapat menjaga harmonisasinya dikeluarga dan selalu jaga untuk menjadi tokoh panutan perempuan Nusantara dan dunia pada umumnya mengingat Nusantara ini yaitu Indonesia berdasarkan keyakinan yang disampaikan sesepuh kami di Taiwan ternyata Indonesia adalah satu negara yang dapat menjadi mercusuar dunia dan akan melewati zaman keemasan.

Apabila Bu Atikoh diberi kesempatan suatu hari nanti kelak diharapkan dapat mengemban tugas nya sebagai Ibu Negara dengan sempurna dan menomer satukan harmonisasi disegala aspek dan tolong perhatikan juga program pelajaran budi pekerti dan respect akan Alam, Ibu, Guru dan Petani.
Ada kesan lain yang dirasakan dan dilihat oleh jeni Makarim yaitu kehebatan management yayasan dalam mengelola keuangannya demi pendidikan budi pekerti bagi murid sekolah dan umatnya, sehingga pada jamuan makan siangpun kami sebagai tamu undangan tidak menyisakan nasi maupun hidangan yang tersedia.

*Catatan Editoral:*

*KEJADIAN TERJADI, BUKTI TERSAJI HIKMAH MENJADI*

Sastra adalah lisan ucapan dan tulisan yang menyampaikan dan menggambarkan kejadian dan peristiwa keberadaan sesuatu, yang mempunyai kandungan makna dan pesanNya, fungsi dan manfaat dari keberadaanNya pada segenap ciptaanNya yang ada & hadir tersebut, dalam situasi kondisi yang aktual terjadi pada realita yang ada, hikmat dan hikmah, solusi dan proses fase tahapan penyelesaian dari alam dan rahmat-Nya, serta kebenaran, keindahan dan kemurnian dari padaNya, adaNya.

Penulis : Biyung AR.

Editor : Guntur Bisowarno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *