BPIP RI Gelar Peduli Stunting Wujud Nilai Pancasila Di Gedangsari

Tak Berkategori37 Dilihat

Gunungkidul – Dalam rangka pembumian serta penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan Pemerintah Daerah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia melalui Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Pancasila Dalam Tindakan Gotong Royong Menurunkan Stunting di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dengan tema “Peduli Stunting Sebagai Bentuk Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045″ Minggu, 10/12/2023 di Kantor Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan peserta ibu dan anak-anak.

Mewakili bupati Gunungkidul kepala badan kesbangpol kabupaten Gunungkidul Johan Eko Sudarto membacakan pesan bupati Gunungkidul Upaya yang telah dilakukan BPIP RI Dengan tema Pancasila dalam tindakan; gotong royong menurunkan stunting di Kabupaten Gunungkidul sejalan dengan niat dan tujuan dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul bahwa Ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tidak terjasi stunting serta bayi yang nanti dilahirkan mampu tumbuh kembang dengan baik serta dapat bersaing dalam prestasi.

Upaya dalam menurunkan stunting adalah tanggung jawab dari semua pihak, hal tersebut dimulai dari jaminan ketercukupan asupan gizi ibu hamil dan balita yang ada.

Terimakasih kepada BPIP RI dan UIN Sunan Kalijaga yang telah memilih lokasi Gunungkidul dalam upaya penurunan Stunting, dengan harapan diadakannya kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi stunting yang ada di Kabupaten Gunungkidul.

Selanjutnya Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D Kepala BPIP RI memberikan Sambutan dengan tema “Pancasila dalam tindakan; gotong royong menurunkan stunting di Kab Gunungkidul”
Sesuai Peraturan perundangan No 7 Tahun 2018 BPIP RI mempunyai tugas membantu pemerintah dalam menjalankan dan merumuskan kebijakan baik dalam tata regulasi maupun dalam segi implementasi.

Salah satu nilai yang terkadung dalam sila ke 5 pancasila apabila diimplementasikan dengan benar maka tidak akan pernah ada kemiskinan di negara Indonesia (Menuut Ir Sukarno)

BPIP RI telah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya menurunkan Stunting diantaranya; Kab Banyuwangi, Kab Magelang, dan juga Daerah Istmewa Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk mendukung kinerja pemerintah untuk menurunkan angka stunting.

Dampak buruk dari stunting bagi sebuah negara salah satunya menurunya kecerdasan anak serta tumbuh kembang yang tidak optimal, yang sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang.

Atas dasar pertimbangan tersebut BPIP RI serta berdasarkan arahan dari bapak presiden RI BPIP RI Melakukan pendampingan baik dalam segi formal maupun non formal untuk mendidik ideologi generasi penerus bangsa melalui gerakan bela negara dengan mengaktualisasikan pancasila dalam tindakan.

Semoga kerja keras dan upaya kita dalam melaksanakan pancasila dalam tindakan dapat menjadi upaya nyata dalam langkah untuk penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul.

Kemudian Prof. Dr. H. Agus Moh Najib, S.Ag., M.Ag memaparkan bahwa pencegahan stunting adalah bagian dari hifz nafs karena menjaga keselamatan jiwa, karena dalam hal ini adalah bagimana menjaga ketercukupan gizi pada ibu hamil dan juga bagi anak yang telah dilahirkan karena subbanul yaum rijalul ghodi “ pemuda hari ini adalah pemimpin dimasa yang akan datang”

Pancasila sebagai idiologi bukan hanya sebagai keyakinan dan pengetahuan, tetapi terejawantahkan dalam tindakan salah satu diantaranya adalah upaya yang dilakukan ole BPIP RI dalam pencegahan dan penurunan stunting.

Tafsir dari sila ke lima pancasila “tidak akan pernah ada kemiskinan dibumi indonesia apabila pancasila diterapkan dengan sungguh-sungguh.

Adanya upaya pencegahan stunting yang dilakukan dalam acara pancasila dalam tindakan di kapanewon gedangsari adalah salah satu upaya untuk mewujudkan indonesia emas di tahun 2045 (genap 100 th indonesia merdeka).

Sejak dahulu para pendiri bangsa sudah sangat memperhatikan tumbuh kembang generasi penerus bangsa. Hal tersebut salah satunya dilakukan oleh bapak presiden soekarno yang mengamanhkan kepada istrinya untuk menuliskan sebuah buku tentang resep masakan nusantara yang berjudul “ mustika resep masakan nusantara”

Hampir semua sila dalam dapat dikaitkan dengan bagaimana pencegahan stunting, nisal sila pertama “takutlah kepada allah apabila meninggalkan keturunan yang lemah” misal sila ke empat “ musyawarah atau kesepakatan para pihak akan pentingya penurunan angka serta pencegahan stunting”. (Mungkas M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *