Kutai Kartanegara – Dalam upaya tetap melestarikan kearifan lokal, Budayawan Ari Danu Saputra usulkan bahasa Kutai masuk dalam percakapan sehari hari di Pemerintahan Kukar saat ini. Seperti halnya pakaian Miskat sebagai pakaian tradisional yang digunakan oleh Pejabat Pemerintahan setiap hari Kamis yang sudah memiliki Perda demikian pula sehendaknya bahasa Kutai dalam pemerintahan agar digunakan sebagai bahasa ibu dilaksanakan setiap hari Kamis. “berbahasa Kutai saat berbaju miskat, ini sangat sinergis. Apalagi kita saat ini sudah di era IKN” terang Ari Danu Saputra Budayawan Kutai ini pada Haluan Indonesia Senin (9/01/2022)
Ari Danu Saputra sehari hari sebagai Pengawas Lembaga Pemberdayaan Kutai (LPK) di Kukar ini menyatakan LPK yang berdiri sejak 31 Agustus 2020 intens menjaga kearifan lokal baik dari Kuliner Kutai, Tarian Kutai, Bahasa Kutai dan Adat Istiadat Kutai berusaha menjadi Tuan di rumah sendiri. “Kami selalu mengusulkan agar kita tetap eksis mengedepankan berbudaya dimana bumi dipijak disitu langit di junjung” ujar Ari Danu Saputra yang akrab disapa masyarakat dengan nama Pak Cik Danu ini. (Var)












