Kaum Muda Nadhliyin Lampung Mempertanyakan Validitas Data Calon Rektor Unila

Pendidikan27 Dilihat

Bagai Badai Tsunami perhelatan Pemilihan Rektor Universitas Lampung kian hari kian seru untuk di ikuti, nulai adanya protes Kaum Muda Nadhliyin Lampung terhadap salah satu calon rektor yang mencatut posisi jabatan strategis di jajaran pengurus PWNU Lampung tahun 1992-1997 yang memunculkan tantangan kepada salah satu calon rektor Unila untuk menunjukkan SK kepengurusan PWNU Lampung yang telah di klaimnya.

Kemudian muncul desas desus adanya permintaan status sebagai tersangka baru dalam kasus Operasi Tangkap Tangan oleh KPK terhadap Rektor sebelumnya, hingga hebohnya pemberitaan di salah satu media terkait adanya pengkondisian para senat Unila yang di duga sarat dengan suap dalam kepentingan ajang pemenangan salah satu Calon Rektor.

Persoalan ini pun kemudian telah menjadi rahasia umum kemudian memunculkan kegaduhan dan sikap protes yang tidak hanya berputar di wilayah lingkungan kampus tapi konon katanya kabar ini hingga tingkat pusat mulai dari tingkat Kementerian, PBNU, KPK hingga Ke Presiden.

Kaum Muda Nadhliyin Lampung yang di gawangi Idris Abung pun kali ini mempertanyakan kejelian dan ketelitian dari pihak panitia penyelenggara Pemilihan rektor Universitas Lampung.
Saat ditemui awak media, dirinya sangat menyayangkan proses secara administrasi yang menurutnya sangat aneh .

“Masa iya sih para calon Rektor hanya menuliskan pengalamannya dalam daftar riwayat hidup tanpa meminta bukti faktual otentik dan meminta pertanggung jawaban para calon rektor Universitas Lampung, ini jelas konyol sebab sekelas pemilihan Presiden mahasiswa saja para calon wajib menunjukkan bukti-bukti otentik dengan hal yang telah di cantumkan dalam daftar riwayat hidup calon,” ujar Idris Abung.

Lanjutnya “Bisa kebayang dong oleh kita jika calon Rektor Unila menuliskan pengalaman pengalaman nya dalam daftar riwayat hidup tanpa di minta bukti otentik tentu para calon bisa semaunya misalnya dirinya mengaku adalah Staf Ahli Kepresidenan Amerika di masa Donald Trumpbisa saja kan karna hal itu kan hanya dalam bentuk keterangan

“Hal ini bukan hanya dugaan loh tapi sudah dalam bentuk pengakuan calon rektor yang bergelar Profesor mengakui dirinya salah tulis, bahkan sebelumnya kami sempat menantang untuk panitia dan si calon menunjukkan bentuk SK kepengurusan organisasi para ulama yang telah di tulis si calon rektor tapi Al hasil Hamdallah tidak bisa di buktikan,”

“Begitu juga kami sangat menyayangkan hal ini kepada pihak PJ Rektor Unila yang seolah tutup mata dengan hal ini karna kami selaku kaum Muda Nadhliyin Lampung sangat tercederai dengan adanya data palsu yang mengatas Namakan Pengurus PWNU Lampung.yang semua pihak sudah tahu ini organisasi para ulama ,”

“Selain itu, selaku warga masyarakat lampung tentu kami merasa miris dengan kejadian ini karna belum apa apa seorang calon Rektor Unila telah membohongi publik terlebih dalam pengakuan terbarunya sang Profesor Salah Tulis dan untuk pribadi bukan untuk pencalonan rektor,”

“Lebih konyolnya lagi Sang Profesor mengaku jika dirinya tidak tahu Curiculum Vitae yang beredar saat ini dirinya tidak tahu sedangkan publik sudah tahu jika curiculum Vitae yang di akuinya sendiri di hadapan insan pers mulai dari tahun 2015 hingga riwayat hidup nya di website resmi Unila jelas jelas menuliskan pengalamannya organisasi NU dalam kapasitas dirinya adalah Wakil sekretaris PWNU Lampung tahun 1992-1997,” tutup Idris Abung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *