TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mulai menginventarisasi sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata alam, sejarah, budaya, dan religi.
Langkah ini dilakukan untuk memetakan kekayaan lokal sekaligus mencari peluang pengembangan pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan identitas daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Pagar Dewa, Deswanto, S.H., M.H., mengatakan penjajakan dilakukan dengan mengunjungi sejumlah lokasi untuk melihat langsung kondisi dan potensi pengembangannya.
“Ini merupakan langkah awal untuk melihat dan mendata potensi yang kita miliki. Kita tidak hanya melihat keindahan alam, tetapi juga sejarah, budaya, serta cerita yang ada di tengah masyarakat,” ujar Deswanto.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian antara lain makam atau kawasan bernilai sejarah dan religi, kawasan Bawang Lambu, jalur susur sungai dari Way Kiri menuju Tebing Suluh, serta rumah-rumah tua yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tradisional.
Menurut Deswanto, setiap lokasi memiliki karakter dan keunikan tersendiri. Karena itu, pendataan perlu dilakukan secara menyeluruh sebelum pemerintah menentukan konsep pengembangan yang sesuai.
“Kita ingin menggali potensi yang benar-benar tumbuh dari masyarakat dan memiliki cerita. Rumah tua, makam bersejarah, sungai, kawasan alam, semuanya bisa menjadi bagian dari kekayaan wisata Pagar Dewa apabila dikelola dengan baik,” katanya.
Inventarisasi tersebut akan mencakup data lokasi, sejarah, kondisi terkini, aksesibilitas, potensi pengembangan, serta peluang keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.
Pemerintah Kecamatan Pagar Dewa juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparatur tiyuh, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan pihak terkait lainnya untuk menggali informasi serta menelusuri sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.
Deswanto menegaskan, pengembangan wisata perlu memperhatikan pelestarian budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, potensi wisata tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kita ingin membangun konsep wisata yang tidak menghilangkan identitas lokal. Potensi yang ada harus tetap dijaga, tetapi pada saat yang sama bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, hasil penjajakan dan inventarisasi tersebut dapat menghasilkan pemetaan destinasi unggulan yang memiliki ciri khas Pagar Dewa, baik dalam kategori wisata religi, sejarah, budaya, maupun alam.
“Pagar Dewa memiliki banyak cerita dan potensi yang belum semuanya kita gali. Ini baru langkah awal. Ke depan akan kita petakan mana yang bisa dikembangkan menjadi wisata religi, wisata budaya, wisata sejarah maupun wisata alam,” pungkasnya. (Red)














